TribunSumsel/
Home »

Video

Lupus Bukan Akhir dari Segalanya dan Aib Bagi Keluaraga Begini Cara Motivasi Penderita Odapus

Bahkan orangtua Indri ini menangis dan baru tahu bagaimana menghadapi anaknya yang menderita lupus tersebut.

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Iswahyudi

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - 11 orang dengan lupus (Odapus) dari Persatuan Lupus Sumatera Selatan (PLSS) mendatangi odapus yang dirawat di RSMH Palembang.

Kedatangan mereka dalam rangka memperingati Hari Lupus Sedunia yang jatuh setiap 10 Mei.

Ketua Persatuan Lupus Sumatera Selatan, Elnita Sari, mengatakan, kunjungan mereka sebagai bentuk perhatian sesama odapus.

"Kami berikan semangat dan motivasi agar mereka mau bertahan terus dan optimis," jelasnya.

Pada kunjungan, ada tiga odapus yang dikunjungi yakni Suci Arini (13), pelajar SMP dari OKU Timur.

Lalu ada Ayla Kumaira (9), kelas 3 Sekolah Dasar (SD) dari Bengkulu dan Indri (33), warga Sukabangun Palembang.

Kedatangan PLSS disambut suka cita bagi odapus, beberapa dari mereka bahkan tidak tahu kalau ada komunitas odapus di Palembang.

"Saya senang sekali ada kunjungan seperti ini jadi bisa sharing dan memotivasi anak saya untuk terus bertahan dan semangat," kata Fatmawati (46), ibu dari Suci Arini yang sudah tiga minggu menginap di tempat tersebut.

"Kami semua odapus bu, orang dengan lupus. Jadi ibu jangan khawatir karena odapus itu bukanlah aib dan bukanlah penyakit menular," jelas Elnita Sari pada Fatmawati.

Begitu juga dengan keluarga Ayla Kumaira yang dijaga neneknya.

Elnita Sari memberikan penjelasan dan memotivasi pihak keluarga agar terus memberikan semangat pada cucunya yang odapus.

Hal yang sama juga disampaikan kepada orangtua Indri.

Bahkan orangtua Indri ini menangis dan baru tahu bagaimana menghadapi anaknya yang menderita lupus tersebut.

"Odapus tidak boleh capek bu, tidak boleh stres. Kalau terus-terusan capek dan stres maka daya tahannya akan menurun. Jadi bukannya malas-malasan kalau odapus itu minta istirahat, karena memang seperti itu, odapus tidak boleh capek. Keluarga harus mengerti, suami juga," katanya pada ibunda Indri yang disambut tangisan.

Penulis: Yohanes Iswahyudi
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help