TribunSumsel/

Dua Tahun Tak Mendapat Untung, Bank ini Akan Lakukan Strategi Berikut

Pertama mengenai pengetasan kredit bermasalah, lalu pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki, dan terkahir efisiensi.

Dua Tahun Tak Mendapat Untung, Bank ini Akan Lakukan Strategi Berikut
Tribunsumsel.com/ Arief B Rohekan
Plt Dirut BPR Sumsel, Mashur 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,--- Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumsel tahun ini, memfokuskan untuk melakukan pembenahan di tubuh perusahaan, terutama memangkas porsi non performing loan (NPL) yang ada.

Terlebih, dua tahun terakhir perusahaan milik Pemprov Sumsel ini diketahui tidak memperoleh untung.

Plt Dirut BPR Sumsel, Mashur mengatakan, ada tiga poin utama yang menjadi focus kerja BPR untuk tahun ini.

Pertama mengenai pengetasan kredit bermasalah, lalu pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki, dan terkahir efisiensi.

“Jadi langkah awal yang dilakukan yakni memperbaiki kinerja yang telah ada dahulu sebelum ekspansi keluar,”katanya, Senin (15/5/2017).

Dia menjelaskan, mengenai kredit bermasalah, saat ini porsi non performing loan (NPL) yang ada tercatat lebih dari 13 persen atau sudah jauh melampaui batas toleransi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga sektor ini harus mendapatkan perhatian serius.

“Salah satu cara untuk menekan kredit macet ini yakni dengan membentuk tim khusus menangani persoalan ini,” ucapnya.

Tim ini, dijelaskan Mashur, memiliki target capaian per bulan dan per triwulan sehingga kolektibilitas kredit menjadi bagus. Kemudian, cara lainya yakni menyesuaikan kemampuan bayar nasabah dengan cara restrukturisasi.

“Targetnya hingga akhir tahun, angka kredit brmasalah minimal mampu ditekan dibawah 10 persen,” tegasnya.

Pria yang sebelumnya sempat menjabat sebagai Pemimpin Sentralisasi Back Office BNI Kanwil Palembang ini menambahkan, fokus pembenahan selanjutnya yakni masalah Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliki, khususnya mengenai mindset karyawan.

“Saya ingin karyawan tersebut betul-betul mencintai perusahaannya, dan ingin bersama memajukan perusahaan. Apalagi masalah kedisiplinan, karyawan itu erat kaitanya dengan citra perbankan dimata nasabah,” ucapnya.

Kemudian, poin yang terakhir yang tak kalah pentingnya mengenai efisiensi, artinya memangkas biaya-biaya yang selama ini dinilai tidak atau kurang bermanfaat, salah satunya seperti biaya promosi, akan dihilangkan.

"Jadi, kita intinya fokus pembenahan secara intern terlebih dahulu,” tandasnya.

Untuk selanjutnya, jika dirasa sudah tersusun dengan baik, barulah melakukan ekspansi. Baik itu mengenai kredit atau sebagainya.

“Dengan kata lain, sebelum perang kita mempersiapkan pasukan dan senjatanya terlebih dahulu,” pungkasnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help