TribunSumsel/

Perwakilan 29 Negara Bonn Challenge Berkumpul di OKI, Ini yang Mereka akan Melakukan

The 1st Asian Bonn Challenge High Level Roundtable akan diselenggarakan besok, Selasa, 9 Mei 2017.

Perwakilan 29 Negara Bonn Challenge Berkumpul di OKI, Ini yang Mereka akan Melakukan
tribunsumsel.com/Weni Wahyuny
Bule-bule Asia Tanam Tanaman Ini di Kebun Plasma Nutfah OKI. 

KAYUAGUNG - The 1st Asian Bonn Challenge High Level Roundtable akan diselenggarakan besok, Selasa, 9 Mei 2017.Kabupaten OKI dan Pemerintah Provinisi Sumsel menjadi tuan rumah pusat kunjungan 81 delegasi Bonn Challenge yang diiikuti oleh 29 negara, terus mempersiapkannya secara matang.

Selain nantinya para delegasi akan ikut menamam di lokasi Bonn challenge yakni Demplot Restorasi Lahan Gambut di kawasan Jalan Sepucuk Kelurahan Kedaton Kayuagung tersebut, juga dihidangkan makanan khas OKI maupun Sumsel.Hal ini disampaikan Bupati OKI, H Iskandar SE bersama rombongan saat meninjau kesiapan lokasi Bonn Challenge, Senin (8/5/2017).

Bupati OKI H Iskandar SE
Bupati OKI H Iskandar SE ()

Kepada panitia agar secepat mungkin, persiapan harus rampung mengingat pelaksanaan kegiatan tinggal tunggu waktu pelaksanaan."Dalam acara Pemkab OKI juga menyiapkan hidangan khas Kabupaten OKI untuk dinikmati dan dirasakan para tamu undangan dari negara lain yaitu Ikan seluang goreng dan pindang patin," ujar Bupati seraya mengatakan, nanti pula kepada delegasi akan dikenalkan aplikasi tanaman pohon seeforest.

Selanjutnya, bersama Dandim 0402 OKI-OI, Letkol Inf Dwi Irbaya dan Kapolres OKI, AKBP Ade Harianto mengecek bangunan dan sarana prasarana lainnya serta kebun plasma nutfah tersebut.Demplot Restorasi Lahan Gambut di Kawasan Jalan Sepucuk merupakan hasil kerja sama Badan Litbang LHK Palembang dengan International Tropical Timber Organizer (ITTO) dan Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel dan Kabupaten OKI.

Kepala Badan Litbang LHK Palembang, Ir Tabrani MM didampingi Peneliti Silvikultur Balai Litbang LHK Palembang, Ir Bastoni MSi menjelaskan, bahwa lokasi memiliki luas 20 ha.Sebelumnya kawasan terrsebut merupakan Hutan produksi tetap (HPL) eks kebakaran sejak tahun 2006. Terjadi suksesi alami yang terbentuk yang terdiri dari pakis dan rumput rawa.

Barulah pada tahun 2010 mulai dilakukan persiapan lahan dan menanam dua jenis pohon yakni Ramim dan Jelutung, Selanjutnya pada tahun 2012, pepohononan mulai tumbuh ditambah penanaman jenis lainnya hingga saat ini.“Kita akan menunjukan bahwa di areal gambut bekas terbakar bisa direstorasi bila dilakukan. Yakni dengan perlakuan silvikultur khusus,” ungkap Ir Bastoni.

Nantinya, saat kunjungan delegasi Bonn Challenge, akan diajak menanam 100 bibit pohon lokal di lokasi tersebut.Ini akan menjadi momen monumental karena bibit-bibit yang ditanam akan diadopsi oleh masing-masing delegasi.

Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help