TribunSumsel/

The 1st Asia Bonn Challenge

Bule-bule Asia Tanam Tanaman Ini di Kebun Plasma Nutfah OKI

Perwakilan dari 27 negara nampak tak sabar untuk menanam pohon di Kebun Plasma Nutfah dan Demonstrasi Plot

Bule-bule Asia Tanam Tanaman Ini di Kebun Plasma Nutfah OKI
TRIBUNSUMSEL.COM/WENI WAHYUNY

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Perwakilan dari 27 negara nampak tak sabar untuk menanam pohon di Kebun Plasma Nutfah dan Demonstrasi Plot Restorasi Hutan Rawa Gambut Bekas Kebakaran di Desa Sepucuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (9/5/2017).

Peserta dalam kegiatan The 1st Asia Bonn Challenge High Level Roundtable Meeting itu didampingi oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Bupati OKI Iskandar.

Usai diberikan pengarahan, para peserta dipersilahkan untuk menanam pohon secara serentak sesuai dengan nama yang telah disediakan oleh panitia.

Bermacam-macam tanaman yang disediakan diantaranya jelutung, ramin dan lain sebagainya.

Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Palembang (BP2LHK) telah memulai riset restorasi lahan gambut sejak 20 tahun yang lalu sebagai upaya mengatasi dampak kebakaran hebat di tahun 1997 yang menyebabkan lahan gambut terdegradasi berat.

Riset dilakukan melalui pembangunan Kebun Plasma Nutfah dan Demonstrasi Plot Restorasi Hutan Rawa Gambut Bekas Kebakaran yang berlokasi di Kelurahan Kedaton, Kecamatan KayuAgung, Kabupaten Ogan Komering ilir (OKi) seluas 20 Ha.

Pembangunan demplot ini sekarang menjadi wujud keberhasilan upaya merestorasi lahan gambut terdegradasi berat akibat kebakaran di Provinsi SumSel sehingga terpilih menjadi lokasi field trip The First Asia Bonn Challenge High Level Roundtable Meeting.

Tim Penelitian BP2LHK Palembang berhasll merevegetasl areal dimaksud dengan jenis-jenis pohon lokal unggulan lahan gambut.

"Merestorasi gambut bukan hal yang mustahil dilakukan, asal kita tahu apa yang harus diterapkan," kata Ketua Tim Peneliti Gambut BP2LHK Palembang, Bastoni di lokasi

Halaman
12
Penulis: Weni Wahyuny
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help