TribunSumsel/

Ngeri ! Tiga Pelaku Begal Tertangkap, Dalam Aksinya Tak Segan Lakukan Hal Ini !

Tim unit pidum Polresta Palembang kembali menangkap tiga tersangka begal yang sering meresahkan warga kota Palembang, Minggu dini hari (7/5/2017)

Ngeri ! Tiga Pelaku Begal Tertangkap, Dalam Aksinya Tak Segan Lakukan Hal Ini !
TRIBUNSUMSEL.COM/SRI HIDAYATUN
Tiga pelaku begal saat diperiksa di unit pidum Polresta Palembang, Minggu (7/5/2017). 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Sri Hidayatun

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG-
Tim unit pidum Polresta Palembang kembali menangkap tiga tersangka begal yang sering meresahkan warga kota Palembang, Minggu dini hari (7/5/2017) sekitar pukul 01.30 wib.


Ketiga tersangka tersebut yakni M Sukri Irfani (19) jalan ali gatmir lorong tapak ning
No 340 rt 12 kelurahan 10 ilir kecamatan Ilir Timur II, M Abu Tholib (20) warga jalan ali gatmir lorong karang kuang laut No 158 RT 08 Kelurahan 10 ilir Kecamatan Ilir Timur II dan seorang pelajar SMA Taman Siswa kelas XI yakni berinisial IF (18) warga jalan pangeran antasari lorong pagar kelurahan 14 ilir kecamatan Ilir Timur I Palembang.

Berdasarkan pengakuan ketiga tersangka ini telah melakukan aksi pembegalan sebanyak empat kali sejak tahun lalu.

Terakhir aksi kawanan begal yang dilakukan yakni di jalan rasyid nawawi depan pintu gerbang ex sekolah sumsel kelurahan 15 ilir kecamatan ilir timur I Palembang pada 27 Febuari 2017 lalu atas nama korban yakni M.Ramadhan (20) warga jalan lingkaran I no 551 RT 011 RW 002 kelurahan 15 ilir kecamatan Ilir Timur I.

Bahkan setiap melakukan aksi pembegalan, kawanan ini tak segan melalukan aksi pembacokan kepada setiap korbannya dengan menggunakan sajam.

Sukri mengatakan dirinya hanya diajak oleh Ferdi alias Apek (DPO) untuk melakukan aksi begal.Karena tak memiliki pekerjaan dirinya mau diajak untuk melakukan aksi begal tersebut.

"Saya hanya diajak Apek pak.Setiap kali beraksi kami mendapatkan uang Rp 300 ribu," ujar pria putus sekolah ini.

Ia mengatakan dalam melakukan aksi begal, Apek lah yang berperan mengeksekusi korban dengan cara memepet dan berkelahi serta membacok korban.

"Kalau saya hanya diatas motor pak, apek yang turun dan mengeksekusi korban dengan menakuti pakai sajam.Dan juga ada yang dibacok tapi hanya kena helm saja," ujarnya.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help