TribunSumsel/

8 Kali ML Setiap Hari tapi Pria Masih Tidak Puas Hingga Dua Bocah Ini Jadi Pelampiasannya

Agar aksinya tidak diketahui sang istri, pelaku mengancam akan membunuh korban jika korban buka mulut.

8 Kali ML Setiap Hari tapi Pria Masih Tidak Puas Hingga Dua Bocah Ini Jadi Pelampiasannya
Kompas.com/ Ericssen
Ilustrasi pencabulan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MEDAN - Ibrahim Ahmad (50) warga Pasar I, Gang Masjid, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan Helvetia ini benar-benar keji.

Pria yang kesehariannya berdagang cabai ini mencabuli anak tirinya berinisial EJ (7) hingga demam tinggi.

Agar aksinya tidak diketahui sang istri, pelaku mengancam akan membunuh korban jika korban buka mulut.

Tidak hanya mencabuli EJ yang merupakan anak kedua, pelaku juga mencabuli kakak korban, berinisial GE (12).

"Kasus ini terbongkar saat korban EJ menderita demam tinggi setelah dicabuli pada 23 April kemarin. Wajahnya pucat, dan korban tidak nafsu makan lantaran ketakutan akan dibunuh pelaku," ungkap Kapolsek Helvetia, Kompol Hendra ET, Kamis (4/5/2017)

Melihat perubahan sikap sang anak, ibu korban bernama Ribka lantas membujuk korban agar bercerita.

Setelah dibujuk, Ribka sempat kaget mendengar pengakuan anaknya itu.

Ibrahim Ahmad, pedagang cabai yang tega mencabuli anak tirinya berinisial EJ (7) hingga demam tinggi. Tak hanya mencabuli anak EJ, pelaku juga mencabuli GE (12), putri tirinya yang pertama, Kamis (4/5/2017)
Ibrahim Ahmad, pedagang cabai yang tega mencabuli anak tirinya berinisial EJ (7) hingga demam tinggi. Tak hanya mencabuli anak EJ, pelaku juga mencabuli GE (12), putri tirinya yang pertama, Kamis (4/5/2017) (Tribun Medan/ Array A Argus)

"Karena kedua anaknya dicabuli, orangtua korban lantas melaporkan pelaku ke Polsek. Setelah menerima laporan, pelaku akhirnya kami tangkap," ungkap Hendra.

Dari pemeriksaan sementara, pelaku diduga memiliki kelainan seks.

Sebab, pada istrinya saja, sehari bisa lima sampai delapan kali berhubungan badan.

"Pelaku kami jerat dengan Undang-undang perlindungan anak dan pencabulan. Saat ini, pelaku masih dalam pemeriksaan penyidik," ungkap perwira berpangkat satu melati emas di pundak ini.

Penulis: ray/tribun-medan.com

Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help