TribunSumsel/

Prabumulih Kerap Dilanda Bencana Warga Minta Dibentuk Badan Ini

Bencana alam tersebut memang tidak bisa diduga kapan terjadinya, sehingga memang diperlukan adanya badan penangulangan bencana untuk mengatasi.

Prabumulih Kerap Dilanda Bencana Warga Minta Dibentuk Badan Ini
Tribunsumsel.com/Edison
Banjir bandang yang melanda sejumlah daerah di Prabumulih 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Sejumlah tokoh masyarakat kota Prabumulih menilai pemerintah kota Prabumulih secepatnya harus membentuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), lantaran musibah bencana alam di bumi Seiggok Sepemunyian kerab terjadi.

Hal itu disebabkan saat ini penanggulangan bencana termasuk mengatasi titik-titik rawan bencana agar tidak terjadi musibah tidak pernah dilakukan dan instansi yang ada hanya mengatasi masalah pasca bencana terjadi.

Padahal dengan adanya BPBD bencana alam baik berupa banjir, tanah longsor, kebakaran maupun angin puting beliung, bisa dilakukan langkah antisipasi.

"Kalau ada badan itu tentu akan ada program penanggulangan bagaimana supaya tidak terjadi longsor, tidak terjadi kebakaran dan musibah lain dengan adanya sosialisasi. Jadi tidak hanya mengurusi pasca bencana tapi langkah-langkah antisipasi juga dilakukan termasuk mendata kawasan-kawasan rawan bencana," beber Antoni, satu diantara warga Prabumulih ketika dibincangi.

Antoni menuturkan, selain itu dengan adanya badan penanggulangan tentu akan menyerap bantuan pemerintah berupa alat-alat penanggulangan bencana, seperti perahu karet, mobil pemadam dan lainnya.

"Kalau di daerah lain itu banyak dapat bantuan pemerintah pusat atau provinsi untuk alat penanggulangan bencana, karena itu kan untuk menghindari bencana terjadi. Ibaratnya sedia payung sebelum hujan, tentu pemerintah tidak mau mengatasi setelah adanya bencana tapi tentu akan mencegah," tuturnya.

Menanggapi harapan warga tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Prabumulih, Ahmad Palo SE mengatakan pihaknya telah membicarakan hal tersebut bersama jajaran namun akan dikoordinasikan lebih lanjut ke Pemkot Prabumulih.

"Bencana di Prabumulih sering terjadi banjir dan tanah longor akibat tergerus air sungai, itu karena wilayah pemukiman masyarakat di sepanjang sungai dan letaknya rendah, namun ada juga karena kondisi alam yakni hujan yang terlampau deras,"ujarnya.

Palo menuturkan, bencana alam tersebut memang tidak bisa diduga kapan terjadinya, sehingga memang diperlukan adanya badan penangulangan bencana untuk mengatasi.

"Memang instansi itu sudah sangat diperlukan karena akan memperkuat dalam mengurangi resiko bencana, selama ini ada tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) dibawah Dinas Sosial dan memang sudah bekerja baik namun akan lebih bagus jika ada BPBD," katanya seraya mengatakan jika ada instans itu tentu normalisasi sungai, sosialisasi bahaya bencana bisa dilakukan.

Penulis: Edison
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help