TribunSumsel/

Dijanjikan Bekerja Gaji Besar di Kota yang Didapat Gadis Ini Justru Pil Pahit dan Hancur Masa Depan

Lalu, keduanya pun berangkat ke Palembang dengan mengendarai mobil Toyota Avanza warna hitam.

Dijanjikan Bekerja Gaji Besar di Kota yang Didapat Gadis Ini Justru Pil Pahit dan Hancur Masa Depan
Warta Kota/Banu Adikara
ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG- Siapa yang tak mau mendapatkan tawaran gaji besar.

Itulah alasan RR (17) seorang gadia belia yang tergiur mendapatkan tawaran kerja dari Ledi (22).

Namun bukan pekerjaan yang ia dapatkan, akan tetapi malah ia diperkosa oleh terlapor yang mengajaknya untuk bekerja tersebut.

Tak terima anaknya telah diperkosa, orang tua korban yakni MS (53) warga Desa Air Itam, Kecamatan Penukal, Kabupaten PALI melaporkan terlapor ke Mapolresta Palembang, Selasa (24/4/2017).

Dihadapan petugas, ia mengatakan kejadian bermula ketika dirinya ditawari terlapor bekerja di Palembang dengan gaji besar.

Lalu, keduanya pun berangkat ke Palembang dengan mengendarai mobil Toyota Avanza warna hitam.

Namun, dikarenakan perjalanan cukup jauh, RR pun mabuk dan tertidur pulas.

MS dan Korban yakni RR saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Selasa (25/4/2017).
MS dan Korban yakni RR saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Selasa (25/4/2017). (tribunsumsel.com/Sri Hidayatun)

"Saya terkejut pak, sudah ada di dalam kamar hotel dan ada dia di dalam kamar tersebut," ujar wanita berkulit putih ini.

Lalu, terlapor pun mengajaknya berhubungan badan.

Sempat menolak akan tetapi terlapor pun memaksa dan membuka pakaian korban.

"Saya berontak pak, karena kalah tenaga saya pun akhirnya disetubuhi dia," ungkap dia.

Usai melakukan hal tersebut, terlapor mengaku akan bertanggung jawab dan langsung meninggalkan dirinya di dalam kamar hotel.

Ditambahkan Ayah korban, MS ia mengaku ditelepon anaknya tersebut sembari menangis.

"Saya terkejut mendengar pengakuan anak saya yang telah diperkosa.Lalu saya langsung datang ke hotel tersebut," ungkap dia.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help