Sriwijaya FC

Terlampau Kecewa, Manajer Borneo FC Ucapkan Kata 'Kasar' Ini ke Panpel Pertandingan

Tidak adanya bus membawa kubu Borneo FC menuju stadion gelora sriwijaya jakabaring (GSJ) hingga kurang profesional panitia pelaksana (Panpel) membuat,

Terlampau Kecewa, Manajer Borneo FC Ucapkan Kata 'Kasar' Ini ke Panpel Pertandingan
TRIBUNSUMSEL.COM
Borneo FC berangkat dengan taxi 

TRIBUNSUMSEL.COM -- Jelang laga pertandingan lanjutan liga 1 Indonesia antara Sriwijaya FC melawan Borneo FC, Sore ini , Jumat (22/04/2017) diwarnai dengan kejadian yang tidak mengenakan.

Tidak adanya bus membawa kubu Borneo FC menuju stadion gelora sriwijaya jakabaring (GSJ) hingga kurang profesional panitia pelaksana (Panpel) membuat, tim harus berangkat menggunakan mobil taxi.

Manajer tim Borneo FC, Farid Abu Bakar, kepada Tribunsumsel menceritakan, bermula dari timnya yang berangkat menuju stadion guna melakukan pertandingan melawan Sriwijaya FC.

Sesuai dengan rule yang ada, pihaknya diharuskan berangkat 90 menit lebih awal sebelum kick off dimulai, dimana semua persiapan sudah dilakukan dengan tepat oleh timnya.

" Sesuai arahan dan masukan polisi, 12.30 kami harus berangkat dari hotel untuk menghindari macet. Namun, ketika pemain sudah siap menunggu di lobby hotel sejak pukul 12.20, kendaraaan bus sama sekali tidak ada, kemudian petugas pengawal (patwal) juga tidak tampak," ujarnya.

Padahal, Farid mengatakan, seharusnya kendaraan bus dan polisi patwal sudah ada di hotel 1 jam sebelum keberangkatan, bahkan untuk kendaraan bus harus standy by sejak pagi hari.

Nyatanya hal ini tidak disiapkan, sedangkan panita panpel tidak ada kejelasan.

"Saya sendiri menelpon langsung LO bernama Taufik, saya respect dengan beliau yang umurnya lebih tau, namun ini masalah pekerjaan umur bukanlah pembanding."

"35 kali saya telpon dan ada bukti, tidak ada jawaban. Adapun jawabnya sedang ambil tiket dan keberadaan sudah ada di stadion Jakabaring," jelasnya.

Semakin tidak masuk akal, dengan jam sudah menunjuk pukul 12.30 namun tiket bagi pemain borneo baru diambil. Seharusnya, pemberian tiket harus dilakukan sebelum keberangkatan , sebab para pemain memberikan tiket kekeluarga saat dihotel bukan distadion.

" Pemain kalau sudah sampai stadion mikirnya fokus pertandingan. Ngomongnya panitia sudah profesional dan tidak pernah diganti. Nyatanya apa yang dilakukan Panpel malah seperti ini, tidak menunjukkan pengalaman sekali pun," bebernya.

Akhirnya, dikatakan Farid , dirinya mengambil keputusan untuk berangkat menggunakan mobil taxi bersama seluruh anggota tim Borneo FC.

Langkah ini diambil, karena Borneo hadir untuk tampil dalam pertandingan dan bertarung melawan SFC.

" Persetan panpel mau kasih apa, kami tetap bertanding, dan tiga poin akan kita bawa pulang. dan Jelas apa yang kami terima akan menjadi laporan dalam surat kami ke pihak pusat nantinya," tandasnya.

Penulis: Mochamad Krisnariansyah
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved