TribunSumsel/

Pertamina Beri Jatah OKU 2000 KL Premium Perbulan

"Realisasi penyaluran premium untuk wilayah babel rata-rata per bulan Januari-Maret sebanyak 15.000 KL per bulan

Pertamina Beri Jatah OKU 2000 KL Premium Perbulan
TRIBUNSUMSEL.COM/M A FAJRI
BBM TURUN - Seorang petugas SPBU sedang melayani pengisian bahan bakar di SPBU Jalan Demang Lebar Daun Palembang, Senin (19/1/2015). Pemerintah mengeluarkan kebijakan penuruan harga BBM Jenis Premium menjadi Rp 6600 dan Solar Rp 6400 yang mulai berlaku hari ini 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Retno Wirawijaya

TRIBUNSUMSEL,COM.BATURAJA - Area Manager Communication dan Relation, Pertamina Sumbagsel, Roby mengatakan, setiap bulanya alokasi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium untuk Ogan Komering Ulu (OKU) di jatah, 2000 Kilo Liter (KL) perbulan.

"Realisasi penyaluran premium untuk wilayah babel rata-rata per bulan Januari-Maret sebanyak 15.000 KL per bulan. Khusus untuk wilayah OKU, rata-rata perbulan lebih kurang 2.000 KL"katanya 

"Sampai saat ini,  belum ada rencana penambahan alokasi. Alokasi disesuaikan dengan alokasi yang ditentukan pemerintah," tambahnya.

Menyikapi kesulitan, didapatkannya Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium (besin, red) di Baturaja, OKU pihak pertamina belum mengetahui pasti mengenai hal itu.

Pasalnya, menurut Roby sampai saat ini tidak ada pengurangan alokasi BBM jenis premium di Baturaja OKU. "Kita belum tahu apa kendalanya, akan kita cari tahu hal itu. Yang jelas alokasi tidak ada pengurangan," jelasnya.

Mungkin saja kata Roby ada keterlambatan diatribusi alokasi BBM ke Baturaja. Misalnya ada kendaraan terbalik, kemacetan dan sebagainya.

"Penyebab kesulitan mendapat BBM jenis premium di Baturaja itu kita belum tahu. Itu akan kita cari tahu dulu penyebab nya apa. Yang jelas tidak ada pengurangan alokasi sampai saat ini," ujarnya.

Disinggung mengenai merebaknya informasi jika BBM jenis premium akan di hapuskan, kata Roby hal itu tidak benar. Itu hanya isu saja. "Tidak ada itu. Sampai saat ini tidak ada wacana pengurangan alokasi BBM jenis premium apalagi sampai ada isu penghapusan pemium itu tidak benar," tegasnya

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help