TribunSumsel/

Ngakunya Pemborong Beli Bahan Bangunan Rp 100 Juta Tidak Mau Bayar, Ditagih Banyak Alasan

Ketika dirinya hendak mencairkan cek tersebut ke Bank betapa terkejutnya bahwa cek tersebut pun kosong.

Ngakunya Pemborong Beli Bahan Bangunan Rp 100 Juta Tidak Mau Bayar, Ditagih Banyak Alasan
Net
Rupiah 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG- Nasib nahas dialami oleh Ahmad Farid (42) warga jalan komplek Assegaf RT 020 rw 002 Kecamatan SU II Palembang telah ditipu oleh kliennya dengan menggunakan cek giro kosong.

Akibatnya pemilik toko bangunan ini pun melaporkan ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (21/4/2017).

Pria berkulit hitam keturunan Arab ini mengaku kejadian tersebut bermula ketika terlapor yakni A Aruf Dentas (42) warga Perum Top Tipe 100 blok A 10 no 04 RT 062 rw 017 Kelurahan 15 Ulu Kecamatan SU II datang ke toko miliknya yang berada di kecamatan Sako untuk membeli bahan bangunan Oktober 2016 tahun lalu.

Lalu,terlapor pun yang bekerja sebagai pemborong membeli sejumlah bahan bangunan dengan total senilai Rp 100 juta.

Lantas, terlapor pun membayar semua barang yang dibelinya dengan menggunakan cek giro kosong atas nama Muhammad Hadi (48).

Ahmad Farid (42) warga jalan Komplek Assegaf RT 020 rw 002 Kecamatan SI II Palembang saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (21/4/2017).
Ahmad Farid (42) warga jalan Komplek Assegaf RT 020 rw 002 Kecamatan SI II Palembang saat melapor ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (21/4/2017). (tribunsumsel.com/Sri Hidayatun)

Ketika dirinya hendak mencairkan cek tersebut ke Bank betapa terkejutnya bahwa cek tersebut pun kosong.

"Awalnya saya percaya saja pak dengan dia karena dia belanja di toko saya.Saat saya cairkan malah ceknya kosong.Saya telepon dia pak, lalu dia bilang kalau nanti akan dibayarnya," ungkap dia

Ditunggu hingga berbulan-bulan, terlapor pun tak ada niat baik untuk melakukan pembayaran.

Bahkan setiap kali ditagih selalu memberi banyak alasan.

Sampai akhirnya, terlapor membuat surat pernyataan dihadapan notaris yang berisikan akan melunasi pada 4 April 2017.

Akan tetapi hingga batas waktu yang disepakati, terlapor pun tak menepati janjinya.

"Ini sudah berbulan-bulan pak, dia juga tak ada niat baik.Makanya saya pilih jalur hukum," ungkap dia.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help