TribunSumsel/

Lihainya Bandit Pecah Kaca Beraksi Tidak Sampai Satu Menit, Korbannya Kartini Cantik Ini

Belum sempat masuk ke dalam rumah, ia pun langsung buru-buru melihat mobilnya dan tak menyangka sudah dalam keadaan pecah.

Lihainya Bandit Pecah Kaca Beraksi Tidak Sampai Satu Menit, Korbannya Kartini Cantik Ini
Net
ilustrasi pecah kaca 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG- Tepat dihari Kartini, Jumat (21/4/2017) nasib nahas dialami karyawati pegawai bank yang ada di kota Palembang yang telah menjadi korban pencurian dengan pemberatan (curat) pecah kaca mobil.

Dengan menggunakan baju kebaya, Irma (42) warga jalan Cut Nyak Dien 20 A 2312 RT 040 RW 14 Kelurahan 30 Ilir kecamatan IT II mendatangi SPKT Polresta Palembang untuk membuat laporan.

Tim SPKT dan Identifikasi Polresta Palembang pun langsung terjun ke TKP untuk melakukan olah TKP.

Dari pantauan Tribunsumsel.com, kaca mobil BG 1611 MI sebelah kiri sudah dalam keadaan pecah seribu.

Pecahan kaca pun berhamburan di dalam mobil tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian bermula ketika dirinya saat hendak pulang ke rumahnya untuk mengambil selendang dan berkas yang tertinggal di rumah, Jumat (21/4/2017) sekitar pukul 09.30 wib.

Lalu, belum sampai satu menit dirinya turun dari mobil.

Tim SPKT Polresta dan Tim Identifikasi saat melakukan oleh TKP pecah kaca mobil, Jumat (21/4/2017).
Tim SPKT Polresta dan Tim Identifikasi saat melakukan oleh TKP pecah kaca mobil, Jumat (21/4/2017). (tribunsumsel.com/Sri Hidayatun)

Dirinya pun mendengar bunyi suara gaduh dan teriakan tetangganya.

Belum sempat masuk ke dalam rumah, ia pun langsung buru-buru melihat mobilnya dan tak menyangka sudah dalam keadaan pecah.

"Saya itu dari kantor pak, pulang sebentar karena mau mengambil selendang ada acara kartini sekalian mengambil berkas kantor," ujarnya.

"Kalau tak mendengar teriakan tetangga saya tidak tahu pak.Orangnya pun langsung cepat lari menggunakan sepeda motor," ungkap dia.

Di dalam tas berwarna coklat tersebut berisikan uang tunai Rp 2 juta,tiga unit handphone, mutiara dan surat berharga lainnya.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help