TribunSumsel/

Premium Makin Langka, Warga OKU Kebingungan Isi Bensin Kendaraan

Untuk memenuhi kebutuhan dan aktivitas berkendara warga terpaksa mengisi BBM jenis Pertalite, dengan selisih harga yang harus dibayar cenderung lebih

Premium Makin Langka, Warga OKU Kebingungan Isi Bensin Kendaraan
tribunsumsel.com/Siemen Martin
ilustrasi SPBU 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Retno Wirawijaya

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA - Akhir-akhir ini  warga di kota Baturaja, Ogan Komering Ulu (OKU),  kesulitan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium (bensin,red).

Untuk memenuhi kebutuhan dan aktivitas berkendara warga terpaksa mengisi BBM jenis Pertalite, dengan selisih harga yang harus  dibayar cenderung lebih mahal.

Harga yang relatif lebih murah, menjadi faktor konsumsi BBM premium tetap jadi primadona masyarakat menengah ke bawah. Warga pun menolak jika premium dihilangkan. 

"Informasinya premium akan dihapuskan. Namun saya tidak tahu pastinya," jelas Win warga baturaja, masih ada SPBU yang jual premium. Namun kebanyakan kehabisan.

Pantauan di beberapa Stasiun Pengisian BBM Umum (SPBU) di Baturaja ibukota kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), premium masih tetap dijual pada konsumen.

Dalam artian, terpantau belum ada penghapusan premium dari SPBU yang beroperasi di kota itu.

Hanya saja, kebanyakan spbu kerap kehabisan bbm jenis premium.

Meski demikian, kondisi pembelian BBM di berbagai SPBU di Baturaja tetap berlangsung normal.

Tidak ada antrian panjang. Apalagi menimbulkan kelangkaan.

Premium tetap ada dijual. Namun sulit di dapat. Beberapa SPBU kerap kehabisan.

Seperti halnya Hendra, salah satu warga yang mengisi bahan bakar di SPBU Batu Kuning, Baturaja.

Ia mengaku lebih memilih premium lantaran harganya murah. Dan dinilai lebih irit.

Menurutnya, kalau mengisi BBM Pertalite dan Pertamax, justru lebih cepat habis alias tidak irit.

BBM jenis itu juga menurutnya, malah membuat mesin kendaraan lebih cepat panas.

“Saya masih pakai premium, karena lebih irit."

"Harganya juga murah (disubsidi,red). Kalau pakai Pertalite malah lebih cepat habis, dan mesin kendaraan cepat panas."

"Ya, kami berharap, persediaan premium tetap ada dan tidak dicabut di SPBU oleh Pertamina,” ungkapnya.

Lain lagi pendapat yang disampaikan Bagas, warga Baturaja lainnya.

Ia mengaku sudah lama beralih ke BBM jenis Pertalite. Apalagi menurutnya, harga Pertalite dan Premium perbedaannya tidak terlalu jauh.

“Pertalite malah lebih irit menurut saya. Harganya juga tidak jauh beda,” katanya.

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help