TribunSumsel/

Komentar Kapolres Lubuklinggau Soal Pantulan Peluru Dapat Sindirian dari Netizen, Lihat Meme nya

Walaupun mental tapi kena sasaram,bukan balik ke dekat titik penembak.. Ajaib,bukan sulap bukan sihir.. tulis Franco Da Loco

Komentar Kapolres Lubuklinggau Soal Pantulan Peluru Dapat Sindirian dari Netizen, Lihat Meme nya
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Mobil yang ditembaki polisi di Lubuklinggau 

TRIBUNSUMSEL.COM- Muncul meme bagaimana korban penembakan bisa tewas dan terluka saat menghindari razia di Lubuklinggau, Sumatera Selatan (18/4).

Meme ini muncul menyusul keterangan Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur yang menyebut korban tewas dan terluka akibat pantulan peluru dari ban mobil yang ditembaki anggota.

Gambar ini diposting akun Facebook Dennii Deagrayuwa di grup Motuba (19/4) disertai komentar

Sepintas kita tahu maksudnya jika kartun ini bernada sindiran atas sesuatu yang tak mungkin jika merujuk pada gambar tersebut.

Tak pelak komentar miring bermunculan atas meme analisis tersebut.

Pelurunya kaya rudal ngejar sasaran ahahahahaha canggih buatan israel mbah, tulis akun Khaidar Ali Muhammad.

Walaupun mental tapi kena sasaram,bukan balik ke dekat titik penembak.. Ajaib,bukan sulap bukan sihir.. tulis Franco Da Loco

Meme sindiran penembakan di Lubuklinggau
Meme sindiran penembakan di Lubuklinggau ()

Sebelumnya, dikutip dari Kompas.com, Kapolres Lubuklinggau menyebutkan bahwa satu korban tewas dalam saat pengejaran oleh polisi tewas akibat pantulan peluru.

Hajat menjelaskan, sempat terjadi kejar-kejaran antara polisi dengan pengemudi mobil sedan yang menerobos kegiatan razia kendaraan yang digelar oleh polisi.

"Korban luka dan meninggal itu terluka akibat pantulan peluru dari ban mobil yang ditembaki anggota," ujar dia saat dihubungi Kompas via telepon, Selasa (18/4).

Belakangan, mengalir berita mengenai prosedur pengejaran yang salah.

Dikutip Sriwijaya Post, Kapolda Sumsel, Irjen Pol Agung Budi Maryoto, mengatakan, peristiwa pemberhentian dan penembakan terhadap mobil sedan di Lubuklinggau yang berisi tujuh orang hingga menyebabkan jatuhnya seorang korban jiwa dinilai tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Sementara itu, dari Detik.com diberitakan sang sopir menghindari razia karena tak memiliki SIM dan pajak mobil mati.

Kini kasus ini menyita perhatian publik sampai-sampai Komisi III DPR-RI akan memanggil Kapolri minggu depan. (Otomotifnet.com)

Editor: M. Syah Beni
Sumber: Otomotif Net
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help