Jalani Sidang Tuntutan, Ahok Siapkan ini Jika Dinyatakan Bersalah

Humphrey memastikan tuntutan JPU tidak akan berpengaruh dengan hasil pilkada Jakarta 2017.

Jalani Sidang Tuntutan, Ahok Siapkan ini Jika Dinyatakan Bersalah
Pool/M Luthfi Rahman
Terdakwa Dugaan Kasus Penistaan Agama yang juga Gubernur non Aktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menghadiri sidang lanjutan ke-9 di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (07/02/2017). Sidang ke-9 tersebut menghadirkan 2 orang saksi fakta dari kepulauan seribu dan 1 orang saksi. (POOL/merdeka.com/M Luthfi Rahman) 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA – Jaksa penuntut umum dalam sidang perkara dugaan penodaan agama dijadwalkan membacakan tuntutan untuk terdakwa Basuki Tjahaja Purnama di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis (20/4/2017).

Humphrey Djemat anggota tim kuasa hukum terdakwa mengatakan, pihaknya siap mendengarkan tuntutan.

Apabila Ahok dituntut bersalah, ia memastikan tim hukum akan menyiapkan pembelaan pada sidang berikutnya.

"Kita siap mental dan siap menjawabnya dalam bentuk pledoi waktu selanjutnya," kata Humphrey saat dikonfirmasi wartawan.

Humphrey memastikan tuntutan JPU tidak akan berpengaruh dengan hasil pilkada Jakarta 2017.

Dalam hitung cepat, pasangan Ahok-Dajrot Saiful Hidayat kalah dari penantangnya, Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

"Tidak ada pengaruhnya, karena punya dasar yang berbeda. Pilkada dasarnya sistem elektorat tergantung para pemilihnya. Sedangkan tuntutan JPU harus berdasarkan fakta persidangan," kata Humphrey.

Menurutnya, apabila mengacu pada fakta persidangan, Ahok harus dituntut bebas.

Hal ini dikarenakan dalam persidangan yang sudah berlangsung 19 kali tidak ada saksi fakta yang menyatakan Ahok menodai ulama dan agama, meski mengutip surat Al Maidah ayat 51.

Pelapor Ahok, kata Humphrey, tidak ada yang melihat langsung kejadian di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September 2016.

"Fakta persidangan sangat kuat tidak ada kesalahan penistaan agama yang dilakukan BTP (Basuki Tjahaja Purnama), maka seharusnya tuntutan bebas," katanya. (Tribunnews.com/Wahyu Aji)

Editor: M. Syah Beni
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved