TribunSumsel/
Home »

Video

Diikuti 80 Delegasi dari 30 Negara di Sini Kegiatan Bonn Challenge

Jika ini berhasil, lanjut Bustoni ada upaya konservasi jenis untuk menciptakan benih yang nantinya bisa disebar ke daerah lain.

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weny Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, OKI - 80 delegasi dari 30 negara akan hadir pada kegiatan South Sumatra - Bonn Challenge Asia Pacific Regional Asia High Level Roundtable Meeting pada 2017 di Desa Sepucuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) 9-10 Mei mendatang.

Peneliti Silviktur Litbang LHK Bustoni mengatakan akan dipersiapkan 100 pohon salah satunya Jeluntung untuk ditanam oleh 80 delegasi yang hadir.

"Peserta ada 80 sehingga delegasi bisa menanam dan bisa menjadi kenangan di sini. Ini akan kita jaga dan pelihara hingga nantinya bermanfaat," kata Bustoni di Kebun Konservasi Plasma Nutfah di Desa Sepucuk Kabupaten OKI, Rabu (19/4/2017).

Bustoni mengatakan dari sisi komoditi, salah satu penggunaan pohon Jeluntung getahnya bisa menjadi bahan baku permen karet, kosmetik, isolator dan lain sebagainya sebagai pengganti getah biasa.

"Hasil riset pohon jeluntung bisa disadap pada usia 6-7 tahun. Riset lanjutannya nanti sampai dengan produktifitas dan penelitian lainnya yang lebih spesial," tambah Bustoni.

Bustoni menjelaskan mulai menanam tanaman jelutung sejak tahun 2010 yang diselingi dengan Ramin.

Menurutnya ini tanaman yang dilindungi, sudah ada 20 hektar dari 120 hektar lahan yang sudah ditanami tanaman jelutung.

"Sampai tahun 2016 sudah berhasil koleksi 25 jenis pohon lokal gambut disini. Target kami bisa kembalikan 80 jenis lokal bisa koleksi disini," bebernya.

Jika ini berhasil, lanjut Bustoni ada upaya konservasi jenis untuk menciptakan benih yang nantinya bisa disebar ke daerah lain.

"Di Bonn challenge nanti kami akan menyampaikan kepada delegasi bagaimana selama enam tahun belakang bisa melakukan ini," ujarnya yang didampingi oleh Kepala Litbang LHK Sumsel, Thabrani, Pemerintah Provinsi Sumsel serta jajaran lainnya di Pemda OKI.

Pembangunan ini tidak sendiri, melainkan bekerjasama dengan International Tropical Timber Organization (ITTO) dan Dinas Kehutanan Kabupaten OKI.

Jenis-jenis pohon yang ditanam tergolong jenis-jenis pohon lokal (indigeneous species) unggulan hutan rawa gambut yang sulit tumbuh secara alami pada areal bekas terbakar, yaitu Ramin (Gonystylus bancanus) luas 2 ha 1.000 batang, Jelutung rawa (Dyera lowii) 8 ha 4.000 batang, Punak (Tetramerista glabra) 2 ha 1.000 batang.

Perupuk (Lopopethalum javanicum) 1 ha 500 batang, Meranti (Shorea belangeran) 2 ha 1.000 batang, Medang klir (Alseodaphne sp.) 2 ha 1.000 batang; Beriang (Ploiarum alternifolium) Gelam (Melaleuca leucadendron) 1 ha 1.000 batang. Selain itu terdapat jenis-jenis pohon pionir hasil suksesi alami, yaitu Beriang (Ploiarum alternifolium), Gelam (Melaleuca leucadendron), Perepat (Combretocarpus rotundatus), dan Geronggang (Cratoxylum glaucum) luas 2 hektar 4.000 batang.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help