TribunSumsel/

Satu Keluarga Kena Tembak

Terkait Penembakan, Gabungan Organisasi Kepemudaan Tuntut Pelaku Tes Urine

Aksi yang di lakukan oleh gabungan GP Ansor, GMNI, Banser dan PMI ini menganggap apa yang dilakukan oleh petugas polisi saat penindakan terhadap para

Terkait Penembakan, Gabungan Organisasi Kepemudaan Tuntut Pelaku Tes Urine
TRIBUNSUMSEL/EKO HEPRONIS
abungan Organisasi Kepemudaan (OKP) Kota Lubuklinggau menggelar aksi di Mapolres Lubuklingga, Rabu (19/4/2017) 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU-- Gabungan Organisasi Kepemudaan (OKP) Kota Lubuklinggau menggelar aksi di Mapolres Lubuklinggau atas terjadinya peristiwa ‎meninggalnya Surini (50) saat menerobos razia di Jalan Lingkar HM Suharto Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Selatan II‎ selasa (18/4) kemarin‎ oleh petugas kepolisian.

Aksi yang di lakukan oleh gabungan GP Ansor, GMNI, Banser dan PMI ini menganggap apa yang dilakukan oleh petugas polisi saat penindakan terhadap para korban melanggar hukum dan tidak sesuai prosedur.

"Kami menuntut pelaku penembakan harus di tes urine, DNA/ kejiwaan dan dipecat secara tidak hormat, "‎ Ujar Anggota GMNI Hostareno saat berorasi di depan aula Mapolres Lubuklinggau, Rabu (19/4/2017).

Pihaknya meminta supaya Kapolres bertanggung jawab atas kelakuan anak buahnya, dan meminta Kapolda atau kapolri memecat Kapolres Lubuklinggau, serta mendesak Komnas Ham untuk mengusut tuntas kasus penembakan ini.

"Kami minta Ombudsman agar memantau kasus ini, mendesak kompolnas turun ke TKP untuk melakukan pemeriksaan kepada para pelaku yang melakukan penembakan," tegasnya.

Sementara Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga berjanji untuk menuntaskan kasus ini dan berjanji akan melakukan pemeriksaan kepada pelaku sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help