Pencuri Motori Pilih Mushola atau Masjid Sebagai Lokasi Beraksi ! Ternyata Ini Alasannya !

Untuk beraksi, mereka biasanya memilih di musolla atau masjid yang memang menjadi tempat paling enak untuk beraksi

Pencuri Motori Pilih Mushola atau Masjid Sebagai Lokasi  Beraksi ! Ternyata Ini Alasannya !
TRIBUNSUMSEL.COM/M Ardiansyah
Kapolsek Sukarami Palembang Kompol M Khalid didampingi Kanit Reskrim Iptu Marwan ketika menginterogasi tersangka saat diamankan di Polsek Sukarami Palembang, Rabu (19/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, M Ardiansyah

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pelaku kejahatan tidak mengenal tempat untuk melakukan aksinya.

Seperti yang dilakukan Rustam (34) warga Jalan Abdi Kusno Kertapati ini.

Terlebih bila banyak pesanan, Rustam dan komplotannya selalu beraksi.

Untuk beraksi, mereka biasanya memilih di musolla atau masjid yang memang menjadi tempat paling enak untuk beraksi.

"Kalau pesanan biasanya orang lebih memesan Honda Revo, jadi banyak mencuri Honda Revo. Lebih enak beraksi di musollah atau masjid, karena saat orang salat bisa langsung beraksi," ujarnya saat diamankan di Polsek Sukarami Palembang, Rabu (19/4/2017).

Buruh angkut di Pelabuhan Boom Baru Palembang ini mengaku, sudah enam kali beraksi untuk di wilayah Kenten, Sembawa dan Sukarami.

Motor-motor hasil curian yang mereka peroleh, biasanya dijual ke kawasan Jalur Banyuasin.

Setiap motor, selalu dijual dengan harga Rp 2 juta per unitnya.

Hasil penjualan motor, dibagi rata dengan rombongannya. Sedangkan Rustam, mendapat bagian Rp 500 ribu.

"Uangnya habis untuk kebutuhan sehari-hari, karena upah sebagai buruh angkut tidak cukup. Terakhir mencuri di Soak Simpur," ujarnya.

Kapolsek Sukarami Palembang Kompol M Khalid didampingi Kanit Reskrim Iptu Marwan menuturkan, ditangkap tidak jauh dari rumahnya usai beraksi di wilayah Sukarami Palembang.

Motor Honda Revo hitam BG 4091 ZU hasil curian di Soak Simpur, dijual ke wilayah Jalur Banyuasin seharga Rp 2 juta per unit.

"Tersangka dan komplotannya ini selalu beraksi untuk melakukan pencurian di masjid atau musolla."

"Mereka beraksi menggunakan kunci liter T dan memang masih ada beberapa orang yang DPO selain tersangka," ujarnya.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help