Home »

Sumsel

» PALI

Kumpulkan Data dan Keterangan, Kejari PALI Serius Usut Tuntas Kasus Dam Ambruk

Ia mengatakan, setelah mendapat data dan minta keterangan pihaknya akan membentuk tim untuk mengusut tuntas dam ambruk di aliran anak Sungai Beracung

Kumpulkan Data dan Keterangan, Kejari PALI Serius Usut Tuntas Kasus Dam Ambruk
TRIBUNSUMSEL.COM/ARI WIBOWO
Kondisi Dam aliran Sungai di Beracung?, Kecamatan Talang Ubi, PALI. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Ariwibowo

TRIBUNSUMSEL.COM,PALI- Ditemukan dam ambruk di aliran anak Sungai Beracung, Kecamatan Talang Ubi, PALI yang menelan biaya lebih dari Rp 1 miliar, membuat Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten PALI akan bertindak cepat dan mencari data serta meminta keterangan instansi terkait untuk mengusut tuntas dam yang ambruk menelan biaya lebih dari satu miliar.

Kepala Kejari Kabupaten PALI Yunitha mengatakan sebelum bertindak pihaknya akan mencari data informasi dan keterangan terlebih dahulu terhadap ambruknya dam yang dibangun akhir 2016 itu, oleh Dinas Pekerjaan Umum(DPU) PALI serta pihak lainnya yang terkait.

"Kami akan mencari dulu, data, informasi dan keterangan terkait dengan pekerjaan keberadaan proyek dam (bermasalah)," ujar Yunitha, Selasa(18/4)

Ia mengatakan, setelah mendapat data dan minta keterangan pihaknya akan membentuk tim untuk mengusut tuntas dam ambruk di aliran anak Sungai Beracung.

Kejati PALI
Kepala Kejari PALI, Yunitha

"Nanti kami limpahkan yang mempunyai kewenangan itu, tim untuk melihat kumpulkan data dari situ, nanti kita lakukan analisa apakah ada dugaan-dugaan yang mengarah adanya penyalahgunaan wewenang maupun indikasi-indikasi korupsi," kata mantan Satuan Tugas Tindak Pidana Korupsi pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung(Kejagung) RI.

Diakui Yunitha, hingga saat ini belum ada laporan dari masyarakat atas dam ambruk. Namun, sebagai penegak hukum tanpa adanya laporan dari masyarakat. Adhyaksa tetap mengecek temuan dam ambruk yang menggunakan uang negara dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah(APBD) PALI Tahun 2016.

"Dari masyarakat belum(laporan), tapi kita sebagai penegak hukum, tanpa adanya laporan masyarakat kita akan segera mengecek proyek diberitakan," katanya.

Ditanya Tribun, ada kemungkinan dinas terkait(DPU) maupun pihak ketiga akan dijadikan tersangka, dalam temuan dam ambruk. Yunitha, menekan lebih mengumpulkan data-data bahan keterangan selanjutnya di analisa.

"Untuk itu, kita kumpulkan dulu data-data keterangan, dari situ nanti kita analisa dulu seperti apa, kita ada prosedur, prosedurnya kita laksanakan," ujar Yunita.

Disinggung jika ada pelanggaran tindak pidana terhadap instansi terkait dalam pembangunan dam ambruk. Yunitha lebih menekan melihat terlebih dahulu dari data-data dan analisa, proses kesimpulan, apakah ada dugaan penyalahgunaan wewenang atau tindak pidana korupsi.

"Nanti kita lihat dulu, kan tidak mengambil kesimpulan seperti itu, ada proses-prosesnya dari proses itu, ada kesimpulan kita lihat, apakah ada dugaan yang tadi saya bilang, dugaan wewenang atau tindak pidana korupsi," jelas Yunitha.

Penulis: Ari Wibowo
Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help