Banjir Sudah Jadi Langganan Bagi Kami

Penyebab air tergenang sungai yang mengalir di beberapa titik RS Sriwijaya terlalu sempit debit air tidak tertampung

Banjir Sudah Jadi Langganan Bagi Kami
Tribunsumsel.com/Retno Wirawijaya
Beberapa hari belakangan hujan deras disertai angin kencang dan petir bergemuruh di wilayah, Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) menyebabkan sejumlah titik tergenang banjir. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA - Beberapa hari belakangan hujan deras disertai angin kencang dan petir bergemuruh di wilayah, Baturaja Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Bukan hanya itu. Dampaknya jelas. Bahkan salah satu wilayah padat penduduk di Kelurahan Baturaja Permai, Kecamatan Baturaja Timur, Ogan Komering Ulu (OKU) mengalami banjir.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Sumsel, Rabu (12/4/2015) genangan air merendam pemukiman warga di RS Sriwijaya itu pasca hujan deras.

Bahkan dalamnya, mencapai lutut orang dewasa.

"Semalam hujan. Dampaknya banjir mulai 00:00 sampai pukul 06:00 wib air baru mulai surut. Rs bagian bawah memang cukup parah dampaknya bila hujan turun deras," kata Surachman.

Sampai saat ini kata Surachma belum ada solusi dari pihak terkait. Kondisi ini sudah terjadi sejak tahun 1999.

Penyebab air tergenang sungai yang mengalir di beberapa titik RS Sriwijaya terlalu sempit debit air tidak tertampung,"ceritanya.

banjir OKU

Kasi Penanggulangan dan Kesiagaaan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Mailan Purnama menjelaskan, membenarkan di daerah RS Sriwijaya kerap terjadi banjir.

Namun sifatnya pasang surut. Banjir baru terjadi jika hujan deras mengguyur dalam waktu yang lama.

Sementara ini kata Mailan pihaknya baru sebatas pemantauan.

Belum memberikan bantuan. Sebab untuk memberikan bantuan mereka terkendala aturan.

"Bantuan baru bisa diberikan, jika banjir terjadi tiga hari. Bisa diberikan bantuan, jika banjir terjadi satu hari asalkan banjir terjadi menyebabkan lumpuhnya perekonomian masyarakat," jelas Mailan.

Mailan menjelaskan, hasil pemantauan yang mereka lakukan di wilayah tersebut, banjir disebabkan adanya penumpukan sampah.

Untuk itu mereka akan mengajak instansi terkait untuk bersama-sama menyikapi hal tersebut.(rws)

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help