TribunSumsel/

Akibat Hujan Semalaman Buat Pondasi Jembatan Amblas di Prabumulih

Selain pondasi jembatan yang amblas, separuh jalan di bagian ujung jembatan tersebut mengalami retak. Kondisi itu membuat warga sekitar dan pengendara

Akibat Hujan Semalaman Buat Pondasi Jembatan Amblas di Prabumulih
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Jembatan di Jalan Tanggamus Kelurahan Muaradua yang amblas akibat tergerus sungai kelekar meluap karena hujan deras sepanjang malam, Selasa (11/4/2017). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Meluapnya sungai kelekar akibat hujan yang mengguyur kota Prabumulih sepanjang malam, membuat pondasi jembatan dan jalan di Jalan Tanggamus RW 01 Kelurahan Muaradua Kecamatan Prabumulih Timur kota Prabumulih amblas, Selasa (11/4/2017).

Amblasnya pondasi dan jalan di jembatan yang merupakan penghubung ke Jalan Liingkar Timur Prabumulih serta Kelurahan Karang Jaya itu diduga akibat tidak tertampungnya debit air yang melintasi bawah jembatan.

Selain pondasi jembatan yang amblas, separuh jalan di bagian ujung jembatan tersebut mengalami retak. Kondisi itu membuat warga sekitar dan pengendara motor khawatir jalan akan amblas lebih parah, terlebih jika sungai kembali meluap.

"Amblasnya pondasi sisi kiri jembatan sekitar pukul 10.00, ini akibat sungai meluap karena hujan deras semalaman," ungkap Apriyal Antoni, satu diantara warga Kelurahan Muaradua kepada wartawan.

Tokoh pemuda Kelurahan Muaradua itu mengatakan, pihaknya berharap pemerintah kota Prabumulih kedepan akan segera melakukan perbaikan, disebabkan kerusakan akan makin parah dan membuat akses jalan menjadi putus.

"Kami sudah laporkan ke pemerintah, kami berharap pemerintah langsung menindaklanjuti dan memperbaiki sehingga kerusakan tidak makin parah serta menyebabkan dampak sosial terjadi," katanya.

Tidak hanya itu, Afriyal juga menuturkan, amblasnya jalan dan pondasi jembatan itu juga dikhawatirkan akan membuat pengendara terganggu bahkan terbalik, diebabkan lapisan tanah yang telah retak diyakini tidak akan mampu menahan beban kendaraan bermuatan berat.

"Takutnya kalau tidak diperbaiki, mobil muatan barang atau motor lewat akan terperosok serta akan membuat makin amblas," bebernya berharap kedepan pemerintah meninjau dan menganggarkan perbaikan.

Hal yang sama disampaikan Yanto, warga lainnya yang mengharapkan pemerintah selain segera melakukan perbaikan, juga terus menganggarkan normalisasi sungai yang membelah kota Prabumulih itu.

"Hendaknya normalisasi sungai Kelekar terus dilakukan karena sekarang sudah mulai dangkal, bisa jadi jembatan amblas itu akibat aliran di hilir sungai kelekar tidak lancar sehingga air meluap dan menggerus pondasi jembatan."

"Kalau aliran di hilir lancar kemungkinan tidak akan meluap," bebernya.

Yanto mengatakan, meluapnya sungai kelekar pada Selasa pagi itu sendiri membuat warga khususnya yang bermukim di pinggir sungai cemas akan terjadi banjir.

"Karena makin hari sungai makin dangkal, kami khawatir Prabumulih kembali akan banjir seperti dulu."

"Untuk itu pemerintah Prabumulih kami harap terus mempedulikan masalah drainase serta aliran sungai," harapnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pemkot Prabumulih, M Sufi ST yang mencoba dikonfirmasi belum bisa memberikan jawab

Editor: Mochamad Krisnariansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help