Home »

Bisnis

» News

Operator dan Pelanggan Wajib Berperilaku Aman Selama di SPBU

Alat ini harus ditempatkan diposisi yang mudah terlihat dan terjangkau, serta siap dipakai.

Operator dan Pelanggan Wajib Berperilaku Aman Selama di SPBU
TRIBUNSUMSEL.COM/M A FAJRI
ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG,– Keselamatan konsumen SPBU merupakan faktor yang sangat penting
yang menjadi perhatian Pertamina.

Dua insiden kebakaran yang terjadi baru-baru ini di SPBU 24.301.08 dan 24.320.20 meninggalkan cerita tersendiri bagi kita untuk meningkatkan perilaku aman selama berada di sekitar SPBU.

Menurut Manager HSSE MOR II Sumbagsel Putra Evi, insiden kejadian kebakaran selama ini terjadi di SPBU ada dua faktor, dan didominasi dari kelalaian konsumen atau masyarakat.

"Selama ini insiden kebakaran kendaraan di SPBU, termasuk baru-baru ini di arah Plaju (Kecamatan SU II) dan Kertapati (SU I), 65 persen karena faktor ekternal (konsumsen dan maayarakat), dan sisanya 35 persen karena faktoe internal (perilaku operator san sarpras SPBU yang tidak terawat," kata Putra disela-sela media brefing di Bukit Golf Palembang, Senin (10/4/2017).

Menurut Putra, kendalanya bagi faktor ekternal ini banyak dan pihaknya sulit mengantisipasinya, karena selain tidak sadarnya masyarakat pengguna kendaraan standar dalam SPBU Safety, pihaknya tidak bisa melaramg maayarakat yang hendak mengisi BBM di SPBU untuk kendaraan tertentu.

Manager HSSE MOR II Sumbagsel Putra Evi disela-sela media brefing di Bukit Golf Palembang, Senin (10/4/2017).
Manager HSSE MOR II Sumbagsel Putra Evi disela-sela media brefing di Bukit Golf Palembang, Senin (10/4/2017). (Tribunsumsel.com/Arief Basuki Rohekan)

"Di sini kita ingin meminimalisir kejadiam inaiden kebakaran di SPBU. Kendala kami tidak bisa menolak kendaraan untuk beli bahan bakar atau memeriksa jika kendaraan itu berbahaya. Tetapi kami akan memperhatikan kendaraan yamg berbahaya, dan mengingatkan pengendara untuk mematikan mesin kendaraan, HP, memotret dan dilarang menyalahkan api," tandasnya.

Area Manager Communication & Relations Sumbagsel, M Roby Hervindo menambahkan, guna mengantisipasi insiden yang dapat terjadi di SPBU, Pertamina sudah menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat.

“Setiap SPBU diwajibkan memiliki alat pemadaman api yang disesuaikan dengan kondisi SPBU tersebut. Alat ini harus ditempatkan diposisi yang mudah terlihat dan terjangkau, serta siap dipakai. Pertamina juga melakukan pengecekan rutin terhadap alat-alat tersebut.” cap Roby.

Diterangkan Roby, tidak hanya peralatan yang wajib ada di SPBU, Roby mengatakan para operator SPBU juga
dibekali dengan pemahaman mengenai aspek Healthy, Safety, Security and Enviroment (HSSE).

“Seluruh pekerja SPBU, baik pengawas dan operator diwajibkan melakukan safety talk saat SPBU baru memulai operasi. Selain itu juga, Pertamina menyelenggarakan pelatihan safetyman serta awareness terhadap aspek safety kepada seluruh pengusaha SPBU,” tuturnya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help