TribunSumsel/

Karakteristik Mesin Baru Agya 1.0L

Selain urusan “make up”, New Agya hasil kolaborasi Toyota dan Daihatsu juga mendapat perbaikan dari sisi mesin.

Karakteristik Mesin Baru Agya 1.0L
KOMPAS/IWAN SETIYAWAN
Mobil-mobil kompak yang merupakan kategori low cost green car (LCGC) untuk pasar ekspor siap diangkut dari pabrik perakitan PT Astra Daihatsu Motor di kawasan industri Suryacipta, Karawang, Jawa Barat, Senin (3/2/2014). Selain memenuhi pasar dalam negeri dengan merek Daihatsu Ayla dan Toyota Agya, PT Astra Daihatsu Motor juga melakukan ekspor mobil jenis LCGC ke Filipina dengan mengusung merek Toyota Wigo yang ditargetkan mampu mengekspor sebanyak 6.000 unit pada tahun ini. 

TRIBUNSUMSEL.COM-Selain urusan “make up”, New Agya hasil kolaborasi Toyota dan Daihatsu juga mendapat perbaikan dari sisi mesin. Berbicara untuk tipe mesin 1.0L tiga silinder yang digunakan sekarang sudah mengadopsi teknologi baru.

Toyota menyematkan unsur Variable Valve Timing with Intelligence (VVT-i), untuk menyempurnakan pembaruan dari Agya. Penambahan teknologi ini diklaim membuat getaran mesin bisa diredam, atau lebih baik dari sebelumnya.

“Mesin tiga silinder memang sudah banyak dibicarakan punya getaran lebih besar, dan ini yang sudah terasa berkurang di New Agya. Orang yang sudah terbiasa menggunakan mobil Agya 1.0L lawas, kemudian menjajal ini, akan terasa bedanya,” ujar Gandhi Ahimsaputra, Product Knowledge Head PT Toyota Astra Motor (TAM) kepada KompasOtomotif, Jumat (7/4/2017).

Gandhi menambahkan, poin lain yang masuk hitungan positif dari mesin baru ini adalah tenaganya yang bertambah dan efisiensi bahan bakarnya juga membaik. “Poin pentingnya terutama pada efisiensi bahan bakar sendiri,” ujar Gandhi.

Fransiscus Soerjopranoto, Executive GM Marketing Toyota Astra Motor (TAM) menambahkan, kalau pengembangan mesin baru ini memang ke arah lebih baik. Khusus untuk mesin 1.0L, konsumsi bahan bakarnya naik dibanding sebelunya.

“Kalau Agya mesin 1.0L lama efisiensi bahan bakarnya di angka 21 kilometer per liter. Kemudian setelah dikembangkan lagi, saat ini menjadi 23 kilometer per liter. Ini juga sudah sesuai dengan ketetapan pemerintah,” ujar Soerjo.

–– ADVERTISEMENT ––

 

Editor: Muhamad Edward
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help