Gen Milenial

Meski Pernah Perut Panas Akibat Seblak, Endah Tetap Cinta dengan Makanan Pedas ini

Warna merah membara dan ditambah rempah – rempah yang khas membuat air liur mengalir, orang – orang biasa menamai makanan ini dengan Seblak.

Meski Pernah Perut Panas Akibat Seblak, Endah Tetap Cinta dengan Makanan Pedas ini
mel
seblak 

Laporan Jurnalis Youth Tribun Sumsel, Bayu Meilanda Akbar

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Bukan hanya api yang bisa menjadi si jago merah, makanan asal Bandung, Jawa Barat yang satu ini sekarang sangat popular dikalangan anak muda hingga dewasa.

Rasanya yang gurih dan pedas sangat melekat dihati masyarakat, terutama kota Palembang.

Warna merah membara dan ditambah rempah – rempah yang khas membuat air liur mengalir, orang – orang biasa menamai makanan ini dengan Seblak.

Seblak biasa dijual di gerobak atau warung.

Varian toppingnya bermacam-macam mulai dari seblak ceker, seblak basah, seblak kering, seblak siomay, seblak ceker, dan seblak jamur.

Makanan ini bertekstur kenyal karena terbuat dari kerupuk aci (sagu) yang direbus hingga lunak.

Makanan satu ini identik dengan penambahan cabai yang super banyak sehingga warna makanan ini menjadi merah.

Memakan cabai ada manfaat yang bisa kita rasakan salah satunya untuk diet, cabe terbukti mampu mempercepat metabolisme dalam tubuh.

Namun, jika terlalu banyak memakannya bisa mengakibatkan diare.

Tak heran bagi orang–orang yang memakan seblak sepulang dari makan banyak yang mengeluh diare.

Hal itu tidak menyurutkan keinginan orang tersebut untuk berhenti memakan seblak. Bahkan, Endah salah  seorang mahasiswa bisa seminggu 3x makan seblak.

“Rasa seblak tu nagih, apalagi baunya. Kalo udah nyium bau seblak pasti jadi pengen makan seblak. Gereget banget rasanya tu, panas pedes jadi satu” ujar Endah Dwi Putri mahasiswa Poltekkes Kemenkes Palembang jurusan Analis Kesehatan, Jumat (7/4/2017).

Meskipun Endah pernah mengalami perut panas dan diare diakibatkan si jago merah ini, Endah tidak pernah berhenti karena sudah terlanjur cinta pada seblak.

Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved