Berawal Komentar Sosial Media Berujung Pengeroyokan Siswa SMA

Terlapor mendorong korban sehingga membuat dirinya terjatuh. Tak hanya itu, rok korban pun robek dan tangan sebelah kanan korban terluka.

Berawal Komentar Sosial Media Berujung Pengeroyokan Siswa SMA
Serambi Indonesia
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM.PALEMBANG- Aksi pengeroyokan sesama pelajar kembali terjadi, kini nasib malang dialami oleh Fitri Ramadini (17) pelajar SMA Negeri 22 Palembang yang berada di perumahan Talang Kelapa Palembang.

Akibatnya, korban yang mengalami luka di bagian tangan kanan ini pun melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (7/4/2017) bersama kakaknya yakni Deni (28).

Di hadapan petugas, ia mengatakan kejadian bermula ketika dirinya dan terlapor yakni Mega dan Rizki (17) terlibat salah paham saat berada di dalam kelas, Rabu (5/4/2017) sekitar pukul 11.00 wib.

Fitri mengalami luka dibagian tangan kanan ini pun melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (7/4/2017) bersama kakaknya yakni Deni (28) telah menjadi korban pengeroyokan.
Fitri mengalami luka dibagian tangan kanan ini pun melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polresta Palembang, Jumat (7/4/2017) bersama kakaknya yakni Deni (28) telah menjadi korban pengeroyokan. (tribunsumsel.com/Sri Hidayatun)

Lalu, kedua terlapor pun mendorong korban sehingga membuat dirinya terjatuh.

Tak hanya itu, rok korban pun robek dan tangan sebelah kanan korban terluka.

"Dia itu datang pak langsung marah-marah karena komen di facebook dan instagram," katan Warga Jalan Mandi Api II Kelurahan Srijaya Kecamatan Alang-Alang Lebar itu.

Bahkan salah satu terlapor yakni Mega pun mengancam korban sehingga membuatnya takut.

"Lajulah siapo yang berani ngadu selesai," (Silahkan siapa yang berani melapor akan dihabisi) ujarnya yang meniru perkataan terlapor.

Penulis: Sri Hidayatun
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved