Kalah Gugatan Sengketa Pilkada di MK Rano Karno Diminta Legowo Sebab Banten Milik Semua

Ketua Majelis Hakim MK Arief Hidayat menyatakan, penolakan tersebut karena pemohon tidak mempunyai legal standing.

Kalah Gugatan Sengketa Pilkada di MK Rano Karno Diminta Legowo Sebab Banten Milik Semua
TRIBUN/DANY PERMANA
Rano Karno 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA - Duet Wahidin Halim-Andika Hazrumy resmi menjadi Gubernur Banten usai Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan hasil pemilihan kepala daerah yang diajukan Rano Karno-Embay.

Kemenangan Wahidin-Andika tersebut disambut dengan gembira oleh para pendukungnya yang hadir di gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

Pendukung Wahidin-Andika yang mayoritas ibu-ibu serta mengenakan pakaian berwarna putih langsung bersorak sorai.

Usai sidang mereka juga terlihat sibuk swafoto di area pelataran halaman Gedung MK.

Saat foto selfie dan foto bersama mereka terus mengacungkan jari telunjuk yang artinya pasangan Wahidin-Andika nomor satu.

"I Love Aa, I Love Aa," teriak para pendukung Wahidin dan Andika.

Dalam salinan putusan MK Nomor 45/PHP.GUB-XV/2017 yang dibacakan Selasa (4/4), MK menyatakan gugatan pasangan yang diusung PDIP, PPP, dan NasDem itu ditolak.

"Mengabulkan eksepsi termohon dan eksepsi pihak terkait mengenai kedudukan hukum pemohon. Menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima," ucap Ketua MK Arief Hidayat.

Dalam pertimbangannya, MK mementahkan dalil yang menjadi landasan gugatan Rano-Embay atas lawannya, Wahidin-Andika.

Ketua Majelis Hakim MK Arief Hidayat menyatakan, penolakan tersebut karena pemohon tidak mempunyai legal standing.

Halaman
123
Editor: Hartati
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved