TribunSumsel/

Candu Digital yang Memicu Sindrom Phantom Vibration

Ponsel pintar kini sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang sampai-sampi menimbulkan ketergantungan.

Candu Digital yang Memicu Sindrom Phantom Vibration
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM-Sebagai orang yang sehari-harinya sulit berada jauh dari gawai, Anda mungkin pernah merasakan sensasi getaran dari ponsel yang sebenarnya sedang tidak aktif. Jangankan getaran atau suara panggilan, faktanya tidak ada notifikasi apa pun.

Fenomena yang disebut "phantom vibration" ini sebenarnya merupakan tanda dari kecanduan digital. Kita merasa tidak nyaman jika tidak menatap layar gawai walau hanya sebentar.

Di era digital seperti sekarang, orang yang terjangkit "phantom vibration" ternyata sangat banyak. Dalam sebuah survei, lebih dari 80 persen mahasiswa pernah mengalaminya. Bukan hanya sekali, tapi beberapa kali dalam sehari.

Ponsel pintar kini sudah menjadi bagian dari kehidupan banyak orang sampai-sampi menimbulkan ketergantungan. Kecanduan gawai memang menggejala di seluruh dunia.

Salah satu tanda kecanduan adalah seseorang menjadi hipersensitif pada sesuatu yang terkait dengan efek ganjaran dari yang bikin ketagihan. Misalnya saja orang yang kecanduan rokok mungkin akan merasa melihat gulungan kertas seperti rokok.

Nah, pada orang yang kecanduan gawai, ada kemungkinan mereka juga salah mengenali sesuatu yang dianggapnya sebagai nada dering atau notifikasi getar dari ponselnya walau tidak apa-apa.

Meski tidak berbahaya, tetapi candu gawai tersebut lama kelamaan bisa mengganggu. Tak jarang seseorang sibuk mengecek ponselnya di sela-sela percakapan dengan orang lain, presentasi, bahkan di tempat tidur saat sedang bermesraan.

Editor: Muhamad Edward
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help