Waspadai Gangguan Bipolar

Nova menambahkan, peristiwa politik seperti pemilihan umum bisa memicu gangguan jiwa. Gangguan itu bisa berupa stres setelah pemilihan.

Waspadai Gangguan Bipolar
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA — Orang-orang terdekat dari orang dengan gangguan bipolar perlu mengetahui apa dan bagaimana mengatasi gangguan bipolar. Mereka diharapkan memahami saat episode mania atau depresi terjadi sehingga perilaku berisiko pada orang dengan gangguan bipolar bisa dihindari.

Demikian pesan kunci seminar media tentang gangguan bipolar yang diprakarsai Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) DKI Jakarta, Kamis (30/3), di Jakarta.

Kepala Departemen Psikiatri Rumah Sakit Umum Pusat Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Anak Agung Ayu Agung Kusumawardhani menjelaskan, orang dengan gangguan bipolar hanya perlu didengarkan saat episode depresi atau mania muncul. Mania adalah gangguan jiwa dengan gejala marah, gelisah, atau bingung berlebihan.

"Saat orang dengan bipolar pada episode mania atau depresi, jangan disalahkan, didorong, dinasihati, atau dipaksa berbuat sesuatu. Dengarkan saja. Nanti lewat episodenya," ujarnya.

Orang-orang terdekat penderita gangguan bipolar berperan penting mendampingi, terutama saat terjadi depresi. Saat depresi, orang dengan bipolar berisiko 20 kali lebih tinggi bunuh diri dibandingkan populasi umum.

Gangguan bipolar ialah gangguan pada alam perasaan di episode tertentu timbul berbentuk suasana hati depresi atau sebaliknya, suasana hati mania atau hipomania. Kadang episode mania dan depresi terjadi pada satu periode waktu tertentu dan perubahan suasana hati amat cepat.

Pada episode mania, seseorang dengan gangguan bipolar merasa hebat, cepat, amat aktif, berbicara cepat, banyak ide, dan tak perlu tidur. Sebaliknya, saat depresi, ia pesimistis, aktivitas menurun, menarik diri, tak nafsu makan, dan dunia serasa mau runtuh.

"Ada periode waktu tertentu seseorang mengalami gangguan bipolar, umumnya depresi selama dua minggu dan mania satu minggu," ucap Agung.

Prevalensi gangguan bipolar bervariasi, 1-4 persen. Episode pertama yang muncul pada laki-laki biasanya mania dan pada perempuan depresi. Usia pertama depresi pada lelaki lebih muda (22 tahun) dibandingkan dengan perempuan (26-27 tahun).

Sejumlah profesi

Halaman
12
Editor: Yohanes Iswahyudi
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved