Sumber Daya Alam Besar tapi Realisasi Pendapatan Asli Daerah Kecil dan Belum Maksimal

Namun sampai saat ini realisasinya belum masuk ke kas daerah karena kewenangannya ada pada Dinas Perhubungan (Dishub).

Sumber Daya Alam Besar tapi Realisasi Pendapatan Asli Daerah Kecil dan Belum Maksimal
Tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Kepala DPPRD Kabupaten Mura Dian Chandra 

Laporan wartawan Tribunsumsel.Com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS -- Sektor Pariwisata yang mulai di kembangkan kabupaten Musi Rawas (Mura) dalam dua tahun terakhir, nampaknya belum memberikan kontribusi positif untuk penambahan Pendapatan Asli Daerah.

Berdasarkan data Dinas Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (DPPRD) Kabupaten Mura mencatat penarikan sektor PAD dari sektor wisata pada tahun 2016 lalu hanya sebesar 45 juta.

"Sektor wisata memang kita masih kurang, 45 juta itu hanya berasal dari Objek wisata Danau Aur, sementara danau Gegas dan objek wisata Lainnya belum memberikan kontribusi, karena belum terkelola dengan baik," ungkap Kepala DPPRD Kabupaten Mura Dian Chandra pada Tribunsumsel.Com, Jumat, (31/3/2017)

Selain pariwisata sektor lain yang belum memberikan kontribusi positif adalah retribusi parkir.

Tahun lalu PAD dari parkir hanya 21 juta.

Namun sampai saat ini realisasinya belum masuk ke kas daerah karena kewenangannya ada pada Dinas Perhubungan (Dishub).

Sedangkan sektor PAD yang paling besar di Kabupaten Mura saat ini adalah Bea Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB) mencapai 16 Miliar, sedangkan peluang-peluang lain yang bisa dimanfaatkan adalah aset-aset milik Pemkab Mura yang berada di kota Lubuklinggau yang saat ini sedang di inventarisir.

"Peluang lain yang bisa dimanfaatkan untuk potensi retribusi PAD adalah Hak Guna Usaha (HGU) dari sektor perkebunan, namun, sampai saat ini masalah perkebunan masih terkendala masalah perizinan. Satu lagi, peluada PAD adalah sarang burung walet, namun kita juga belum melakukan analisis potensinya," ungkapnya.

Dari seluruh PAD kabupaten Mura 2016 hanya mampu menyumbang 7.92 persen ke Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang besarnya hanya 1.5 Triliun.

"Memang daerah yang punya Sumber Daya Alam (SDA) relatif retribusi PAD kecil, lain halnya dengan daerah yang mengandalkan sektor jasa pasti PAD nya lebih besar. Karena bisa dari berbagai sumber mulai dari perhotelan, rumah makan, dan usaha lainnya," pungkasnya (joy)

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved