TribunSumsel/

Ternyata Akta Kematian itu Penting, Ini Penjelasannya

Target nasional untuk kepemilikan akta kelahiran adalah 85 persen, sementara di Sumsel, aku Anna belum tercapai.

Ternyata Akta Kematian itu Penting, Ini Penjelasannya
tribunsumsel.com/Weni Wahyuny
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Hj Septiana ZR 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tak hanya akta kelahiran yang penting, akta kematian pula dibutuhkan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Hj Septiana ZR di kantornya, Selasa (21/3/2017).

Anna menjelaskan saat ini masih sangat minim warga yang melaporkan kematian keluarganya ke pemerintahan dalam hal ini kelurahan.

Menurutnya kecenderungan ini disebabkan salah satunya sosialisasi Aparatur Sipil Negara (ASN) masih kurang memberikan penyampaian kepada masyarakat bahwa tidak hanya akta kelahiran yang dibutuhkan tapi juga kematian.

"Jadi kematian harus dilaporkan di pencatatan sipil, nanti ada akta dengan judul akta kematian," kata Anna.

Persyaratan untuk mendapatkan akta kematian, lanjut Anna dengan melampirkan Kartu Keluarga (KK), KTP keluarga yang meninggal dan keterangan meninggal dari lurah serta 2 KTP saksi kematian.

Lampiran tersebut, sambung Anna diserahkan ke Disdukcapil kabupaten/kota dan nanti akta kematian akan dikeluarkan.

"Akta kematian juga menjadi validitas kependudukan oleh sebab itu perlu dipertanyakan kevalidan data daripada blanko KTP. Dari angka kematian dan kelahiran, jadi tahu berapa validnya jumlah penduduk di Indonesia," ungkapnya.

Belum adanya sanksi dengan tidak adanya akta kematian, menurut Anna menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat menganggap akta kematian tidak penting.

Halaman
12
Penulis: Weni Wahyuny
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help