TribunSumsel/

Salat tapi Bawa Obeng Ternyata Ini Sebenarnya yang Dilakukan Saprian di Masjid

Menurutnya, ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya setelah dipecat sebagai pegawai bagian arsif di BUMN.

Salat tapi Bawa Obeng Ternyata Ini Sebenarnya yang Dilakukan Saprian di Masjid
Tribun Bali
ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Bukannya beribadah saat datang ke masjid, M Saprian (29) warga Jalan Sentosa Plaju Palembang ini, malah melakukan pencurian terhadap kotak amal masjid.

Tak hanya sekali, mantan pegawai BUMN ini sudah tujuh kali melakukan pencurian kotak amal masjid.

Dengan menggunakan modus pura-pura salat, Saprian baru melancarkan aksinya ketika melihat suasana masjid sepi.

 "Aku berkeliling untuk mencari masjid yang buka, sampai di masjid aku salat dhuha dulu. Baru pura-pura zikir sambil melihat situasi, ketika baru aku congkel kotak amal di dalam masjid," ujar pria lulusan D3 akuntansi perbankan ini saat diamankan di Polsek IT II Palembang, Selasa (21/3/2017).

Dengan berbekalkan obeng yang telah dipersiapkan, Saprian bisa dengan mudah mencongkel kotak amal.

Berapa pun uang yang ada di dalam kotak amal tersebut, selalu diambilnya.

Setelah itu, ia langsung kabur dari dalam masjid karena uang yang ada di dalam kotak amal sudah diambilnya.

 "Aku melakukan aksi ini sejak Januari 2017 lalu dan yang ingat hanya tujuh kali melakukan pencurian kotak amal di masjid. Biasanya beraksi seminggu dua kali dan setiap Senin dan Kamis. Uang yang paling banyak di dapat Rp 300 ribu dan paling kecil Rp 65 ribu," jelasnya.

Kapolsek IT II Palembang Kompol M Hadiwijaya didampingi Kanit Reskrim Ipda Andre menunjukan tersangka yang diamankan, Selasa (21/3/2017).
Kapolsek IT II Palembang Kompol M Hadiwijaya didampingi Kanit Reskrim Ipda Andre menunjukan tersangka yang diamankan, Selasa (21/3/2017). (TRIBUNSUMSEL.COM/ M ardiansyah)

Uang hasil mencuri, digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Setiap uang hasil mencuri telah habis, Saprian kembali melakukan pencurian.

Ia mengaku tidak memperdulikan masalah berdosa atau tidak mencuri uang kotak amal di masjid.

Menurutnya, ia bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya setelah dipecat sebagai pegawai bagian arsif di BUMN.

Karena, tidak ada pekerjaan lain sehingga ia terpikir untuk mencuri kotak amal masjid.

Untuk mencari masjid, ia berkeliling menggunakan sepeda ontel miliknya.

Kapolsek IT II Kompol M Hadi Wijaya didampingi Kanit Reskrim Ipda Andre menuturkan, tersangka di tangkap setelah melakukan pencurian uang di dalam masjid di wilayah hukum Polsek IT II Palembang.

"Tersangka ditangkap, setelah pengurus masjid yang mengetahui kejadian tersebut melihat aksi tersangka. Anggota yang menggelar patroli mendengar jeritan dari pengurus masjid dan akhirnya tersangka berhasil kami amankan. Tersangka sempat dipukuli massa yang kesal dengan ulahnya, tetapi berhasil kami amankan ke PolsT II Palembang," katanya.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help