TribunSumsel/

Bebas Visa ke Indonesia, Ini Manfaatnya bagi Wisata di Sumsel

Apalagi dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), lanjut Irene kesempatan bekerja baik dari tenaga luar atau sebaliknya sudah banyak.

Bebas Visa ke Indonesia, Ini Manfaatnya bagi Wisata di Sumsel
TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO
CAP GO MEH - Ribuan masyarakat keturunan tionghoa memadati Pulau Kemaro untuk memperingati sekaligus melakukan ritual sembahyang pada malam puncak perayaan Cap Go Meh di Pulau Kemaro, Palembang, Jumat (22/2/2013). Masyarakat yang datang ke Pulau Kemaro bukan hanya warga keturunan tionghoa saja yang akan melaksanakan ibadah saja, tapi juga semua masyarakat Palembang bahkan masyarakat luar kota pun datang ke Pulau Kemaro. 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Irene Camelyn Sinaga mengaku adanya bebas visa bagi wisatawan asing ke Indonesia tentu berpengaruh pada wisata di Sumsel.

Irene menyebutkan diprediksikan bebas visa tersebut dapat menambah kunjungan wisatawan sebanyak 4,1 persen.

"Sekarang kita berkaca pada Sumsel dari tahun 2013-2016 apakah ada penambahan wisman? ternyata ada, persennya 6,94 persen," katanya disela-sela Forum Komunikasi Kelitbangan (FKK) se-Indonesia dengan tema “Pelaksanaan Bebas Visa, Destinasi Wisata dan Ragam Wisata Kuliner Peluang dan Tantangannya” diselenggarakan oleh Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan Kementerian Luar Negeri RI di Graha Bina Praja Pemprov Sumsel, Selasa (21/3/2017).

Irene menambahkan wisatawan yang banyak datang ke Sumsel dominan dari negara Asia Tenggara.

Irene menyebutkan bahwa biasanya wisman jika berwisata ke Indonesia membawa uang Rp 1.500 US Dolar, sementara untuk Wisatawan Nusantara (Wisnus) membawa Rp 800 ribu.

Tentu, lanjut Irene dengan adanya bebas visa tersebut berpengaruh positif terhadap wisatawan yang berkunjung ke Indonesia khususnya Sumsel.

"Tapi juga ada negatifnya misalnya peredaran narkoba, masuknya barang ilegal, tenaga asing ilegal," ujar Irene.

Apalagi dengan adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), lanjut Irene kesempatan bekerja baik dari tenaga luar atau sebaliknya sudah banyak.

Irene menginformasikan bawah wisman yang sering datang ke Sumsel banyak dari Malaysia, Singapura dan Cina.

Sementara untuk tempat yang sering dikunjungi adalah museum. Menurut Irene 50 persen orang yang datang ke museum adalah dari Malaysia.

"Lagi pula tidak selamanya (wisman di Indonesia dengan adanya bebas visa) karena waktunya dari satu minggu sampai satu bulan paling lama," ungkap Irene.

Meskipun bebas visa, menurut Irene Pemerintah harus tetap waspada dengan meningkatkan pengawasan dari imigrasi, menggunakan alat kecanggihan yang dimiliki untuk mendeteksi dan lain sebagainya.

"Bebas visa pula harus ada pengawasan dari Pemerintah sehingga dengan adanya bebas visa ini banyak positifnya dari negatifnya," ucap Irene.

Penulis: Weni Wahyuny
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help