Sidang Penondaan Agama

Ahli: Ucapan Ahok soal Al Maidah Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Prof. Dr. Rahayu Surtiati, saksi ahli pertama yang memberi keterangan pada sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama

Ahli: Ucapan Ahok soal Al Maidah Berdasarkan Pengalaman Pribadi
EPA/BAGUS INDAHONO/pool
Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama menjalani sidang lanjutan dugaan penistaan agama di Pengadilan Jakarta Utara, Selasa (27/12/2016). 

TRIBUNSUMSEL.COM-Prof. Dr. Rahayu Surtiati, saksi ahli pertama yang memberi keterangan pada sidang lanjutan kasus dugaan penodaan agama, menilai Surat Al-Maidah ayat 51 bukanlah sebuah kebohongan. Namun, Rahayu memandang siapa saja bisa menggunakan hal apapun untuk membohongi orang lain.

"Saya bukan ahli agama Islam, tapi menurut saya, Surat Al-Maidah 51, sebuah surat dalam Al-Quran, bukan merupakan kebohongan. Tetapi, orang bisa pakai apa saja untuk membohongi," kata Rahayu di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara di auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

Pandangan Rahayu soal itu diungkapkan usai menjelaskan penggalan ucapan terdakwa kasus ini, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, yang berbunyi, "Jangan mau dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51, macam-macam itu".

Rahayu sebagai saksi ahli yang di-BAP oleh polisi meneliti ucapan Ahok melalui video kunjungan kerja Ahok ke Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, dengan durasi satu jam 40 menit lebih.

Menurut Rahayu, ucapan Ahok dalam video kunjungan kerja tersebut menggunakan bahasa Indonesia dengan dialek Betawi. Sehingga, ada subjek atau objek yang tidak disebutkan ketika ucapan disampaikan secara lisan. (Baca: Sidang Ke-15, Tim Pengacara Ahok Hadirkan 3 Saksi Ahli)

Rahayu juga mengungkapkan, ucapan Ahok soal jangan mau dibohongi pakai Surat Al-Maidah 51 berangkat dari pengalaman pribadi Ahok.

Hal itu dilihat dari permulaan kalimat Ahok yang diucapkan, "Saya mau cerita".

Editor: Muhamad Edward
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help