Sungguh Langka, Di Balik Cinta Tulus dan Romantis Pemuda 24 Tahun Nikahi Nenek-nenek 67

"Saya menikahi Tampi karena cinta dan kasihan hidupnya yang menyendiri terus," kata Rokim, pria kelahiran Nganjuk, 10 Juni 1993 itu, di kediamannya di

Sungguh Langka, Di Balik Cinta Tulus dan Romantis Pemuda 24 Tahun Nikahi Nenek-nenek 67
Kompas.com/ Muhlis Al Alawi
Rokim (24) menyisiri istrinya, Tampi, nenek berumur 67 tahun yang dinikahinya di Dusun Petung, Desa Nampu, Kecamatan Gemarang, Kabupaten Madiun, Jumat ( 17 / 3 / 2017) siang. 

Hingga akhirnya, seminggu yang lalu dia memberanikan diri untuk melamar wanita yang dicintainya itu.

Sebelum menikah dengan Tampi, Rokim mengaku belum pernah berpacaran atau menjalin hubungan asmara dengan wanita lainnya.

Baginya, Tampi sosok perempuan yang pertama dicintainya.

Sementara itu, Tampi yang sudah menjanda sejak usia 15 tahun tak menyangka Rokim bakal serius menikahinya.

Wajah Tampi tampak tersipu malu saat menceritakan kisah cintanya dengan Rokim.

Ia baru tahu keseriusan Rokim setelah datang melamar melalui adiknya.

"Saya kaget, minggu lalu ia datang ke rumah bertemu adik saya lalu melamar saya," ungkap Tampi malu-malu.

Bahkan ia menganggap lamaran yang diceritakan adiknya itu hanya bahan tertawaan saja.

Apalagi usianya dengan Rokim terpaut 43 tahun dan status dirinya hanyalah seorang janda.

Tak dinyana, selang beberapa hari kemudian, Rokim bersama keluarganya datang ke rumah dan melamarnya.

Romantisme Rokim dan Tampi
Romantisme Rokim dan Tampi ()
Halaman
1234
Editor: Kharisma Tri Saputra
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help