Pemkot Prabumulih Minta Bantuan Perusahaan Bangun Halte BRT

Menurut Syarifudin, dari rencana 16 halte yang direncanakan pihaknya, baru tiga halte yang akan dibangun.

Pemkot Prabumulih Minta Bantuan Perusahaan Bangun Halte BRT
TRIBUNSUMSEL.COM/HARTATI
ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Untuk mempermudah sekaligus memberikan kenyamanan bagi para penumpang dalam menunggu Bus Rapid Transit (BRT), Pemerintah kota Prabumulih melalui Dinas Perhubungan akan mendirikan 16 halte di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Prabumulih.

"Halte kami rencanakan akan dibangun di kiri-kanan sepanjang Jalan Jenderal Sudirman Prabumulih, nantinya ada 16 halte untuk memudahkan masyarakat menunggu bus," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Pemkot Prabumulih, Syarifuddin ketika diwawancarai, Senin (20/3/2017).

Menurut Syarifudin, dari rencana 16 halte yang direncanakan pihaknya, baru tiga halte yang akan dibangun.

"Tiga itu bantuan dari perusahaan cat Kolit sebanyak dua halte portable dan satu halte permanen dari PT Semen Baturaja, kami terus berupaya agar jumlah halte dibangun makin banyak," katanya.

Syarifuddin menuturkan, untuk membangun halte-halte pihaknya terpaksa mengajukan permohonan bantuan ke perusahaan-perusahaan, lantaran pemerintah kota yang tengah mengalami defisit tidak memiliki anggaran untuk pembangunan halte.

"Untuk membangun satu halte permanen dibutuhkan dana cukup besar yakni Rp 30 juta dan halte portable mencapai Rp 8 juta, karena sekarang defisit dan belum bisa dianggarkan maka terpaksa kami buat terobosan minta ke perusahaan dan alhamdulilah dibantu tiga halte," tuturnya.

Syarifuddin berharap dengan didirikannya halte-halte tersebut dapat menata lalulintas dan membuat masyarakat nyaman menunggu bus, selain itu agar bus BRT tidak berhenti di sembarang tempat.

"Jika nanti semua halte sudah ada maka nanti bus-bus tidak diperbolehkan berhenti sembarang tempat tapi di halte, jadi masyarakat nanti akan tertib stop dimana dan menunggu dimana, tidak stop pir disembarang tempat," katanya seraya mengatakan nantinya BRT akan beroperasi hingga pukul 20.00 Palembang-Prabumulih tidak seperti sekarang hanya sampai pukul 14.30.

Lebih lanjut Syarifuddin menjelaskan, saat ini BRT yang beroperasi sudah berjumlah 8 unit, kemungkinan nantinya akan kembali bertambah dua unit menyusul bantuan dari kementerian pehubungan.

"Kalau nanti BRT sudah banyak tanpa halte dikhawatirkan akan mengganggu lalulintas untuk itu halte perlu dibangun," tambahnya.
(eds)

Penulis: Edison
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help