Menikah Usia Muda Mengancam Nyawa Ibu Saat Melahirkan, Ini Idealnya Usai untuk Menikah

Dijelaskannya, alasan sosialisasi difokuskan kepada siswa SMP, karena perempuan usia SMP belum siap untuk melahirkan.

Menikah Usia Muda Mengancam Nyawa Ibu Saat Melahirkan, Ini Idealnya Usai untuk Menikah
therantinglatina.com
Menikah muda 

Laporan wartawan Tribunsumsel.Com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS -- Kabupaten Musi Rawas (Mura) masih menyandang gelar sebagai kabupaten dengan jumlah pernikahan dini tertinggi nomor tiga di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Hal ini membuat Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana terus giat melakukan sosialisasi program Pendewasaan Usia Pernikahan (PUP) di Sekolah Menegah Pertama (SMP) Kabupaten Mura.

Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Ruslan, mengatakan dalam sosialisasi PUP, usia ideal menikah bagi laki-laki 25 tahun dan untuk perempuan 20 tahun.

Sosialisasi ini sudah dimulai sejak awal tahun lalu.

"Sosialisasi itu diberikan ke siswa-siswa SMP  se-Kabupaten Mura. Siswa di edukasi jika hendak berkeluarga minimal harus tamat sekolah dulu. Kita juga menyampaikan bahaya nikah dini," ungkapnya pada Tribunsumsel, Senin (20/3).

Dijelaskannya, alasan sosialisasi difokuskan kepada siswa SMP, karena perempuan usia SMP belum siap untuk melahirkan.

Ditambah rata-rata ibu-ibu yang meninggal karena melahirkan kebanyakan di usia pelajar SMP.

"Termasuk juga kita mensosialisasikan program Generasi Berencana (GenRe), yakni program merencanakan sebuah pernikahan dan merencanakan untuk berusaha. Diharapkan, dengan adanya sosialisasi semacam itu penundaan menikah di usia muda bisa ditekan," ujarnya.

Ia juga menyampaikan jika Kabupaten Mura  tidak lagi sebagai penyandang gelar tertinggi pernikahan dini.

Karena sejak hasil sensus 10 tahun lalu keluar, pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mura selalu berbenah dan melakukan pembaharuan data.

Di Kabupaten Mura sendiri, Desa Pulau Panggung telah ditetapkan sebagai Kampung KB.

Menurutnya, dari hasil pendataan pihaknya, sebelum ditetapkan, warga Desa Pulau Panggung tercatat paling sedikit yang mengikuti program Keluarga Berencana (KB).

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help