Home »

Video

Isu Penculikan Hantui Masyarakat, Ini yang Dilakukan Polisi di Baturaja

Sebab memang beberapa minggu ini para orang tua dan siswa resah tak henti-henti membicarakan kasus penculikan.

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Retno Wirawijaya

TRIBUNSUMSEL.COM, BATURAJA - Isu penculikan anak meresahkan masyarakat Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Para orang tua merasa khawatir dan dibayangi rasa takut yang "menghantui" perasaan mereka.

Untuk menetralisir isu kasus penculikan yang merebak dan meresahkan orang tua dan anak di wilayah hukum Polres Ogan Komering Ulu (OKU), aparat kepolisian turun ke sekolah-sekolah.

Melalui upacara Senin pagi selaku pembina upacara, anggota Babinkamtibmas Polres OKU meminta para murid, guru, dan orang tua / wali murid tidak perlu berlebihan menanggapi informasi berantai di media sosial, yang menyebarkan kabar hoax soal aksi penculik yang diinformasikan beraksi di berbagai wilayah di OKU, khususnya Kota Baturaja.

Seperti yang disampaikan Babinkamtibmas wilayah Kelurahan Sukajadi, Brigadir Polisi (Brigpol) Ardian, ketika menjadi pembina upacara Senin pagi (20/3), di Sekolah Dasar (SD) Negeri 18 OKU.

Dia meminta para siswa sekolah ini untuk tetap waspada terhadap orang-orang tak dikenal.

“Kalau ada orang tak dikenal mau mengajak pergi, adik-adik sebaiknya jauhi dan jangan ikuti. Nanti orang tuanya bingung mencari kalau adik-adik tidak tidak pulang tepat waktu,” saran Brigpol Ardian dalam arahannya.

Dia pun menegaskan, apa yang dihebohkan di media sosial terkait aksi penculikan, seperti di Kelurahan Air Gading, Sukajadi, dan beberapa lokasi lainnya di Baturaja, itu tidaklah benar.

“Itu (aksi penculikan, red) tidak benar. Kabar tersebut hoax yang disebarkan orang-orang tak bertanggung jawab untuk membuat resah para orang tua dan masyarakat Baturaja,” tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help