TribunSumsel/

Gara-gara Berita Tari Gending Sriwijaya Akan Dimusnahkan Alex Noerdin Marahi Kadis yang Jadi Narsum

Ia meminta Kadis yang bersangkutan untuk meminta maaf kalau itu salah ngomong karena katanya wartawan ada rekamannya.

Gara-gara Berita Tari Gending Sriwijaya Akan Dimusnahkan Alex Noerdin Marahi Kadis yang Jadi Narsum
TRIBUNSUMSEL.COM/WENI WAHYUNY
Gubernur Sumsel Alex Noerdin 

Menurutnya, jangan sampai wacana Tarian Palembang Darussalam tersebut membuat Tarian Gending Sriwijaya dilupakan ataupun tidak boleh ditampilkan saat menyambut tamu kenegaraan yang datang ke Kota Palembang karena dianggap bukan tarian khas Palembang.

"Tarian Gending Sriwijaya ini bukan hanya milik provinsi Sumsel ataupun milik kota Palembang saja. Namun ini salah satu budaya Indonesia yang semua orang berhak melestarikannya khususnya pemerintah setempat. Ini yang harus kita luruskan, agar semua orang tetap bisa melestarikan tarian ini," pungkasnya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kota Palembang, Soedirman Teguh membantah pemberitaan di salah satu media online pada tanggal 16 Maret 2017 yang berjudul "Palembang Akan Musnahkan Tari Gending Sriwijaya".

"Itu tidak benar, tidak satupun kata memusnahkan Gending Sriwijaya keluar dari mulut saya. Untuk mengganti saja tidak pernah terucapkan," tegas Sudirman.

Lebih lanjut, Informasi yang didapat media tersebut seolah sudah mewawancara langsung, dan di satu paragraf tulisan dimedia tersbut dapat memicu isu SARA (Suku, Agama, Ras dan Antar golongan).

"Di media tersebut ditulis, Tari Gending Sriwijaya atau tari Tanggai bukan adat istiadat kita, mulai dari gerakan, pakain, penari dan musik dalam tari Gending Sriwijaya identik dengan ajaran Hindu - Budha. Tidak pernah saya berkata seperti itu," tegasnya.

Soedirman Teguh mengatajan, memang ada wancana untuk menambah tarian yang untuk menyambut tamu-tamu kehormatan datang ke Palembang, dimana tarian tersebut mewakili budaya khas Kota Palembang.

Selama ini untuk menyambut tamu-tamu dipakai tari Gending Sriwijaya, Tari Tanggai, dan Tari Tepak.

"Ini baru sebatas wancana menambah khasanah seni budaya tarian untuk menyambut tamu - tamu kehormatan. Jadi seandainya tercipta, memang tari tersebut berasal dari Kota Palembang," tandasnya.

Sementara Pimred Media Online JS Adriyaneka Aviv Bassar menyatakan pihaknya bersikukuh memiliki dasar dalam pemberitaan tersebut dan siap digugat.

"Ado rekamannnya. Tarian gending akan diganti karena agama Budha/Hindu dan akan dibuatkan tari kreasi baru bernuansa Islam. (Ketika ditanya apakah memang akan dimusnahkan) kita analogikan saja. Kupertahankan link berita itu walaupun sampai ke meja hijau. Silahkan mau somasi, mau gugat," kata Adriyaneka Aviv Bassar.

Editor: Hartati
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help