30 Legiun Veteran Dilatih Jadi Fasilitator untuk Tanamkan Nilai Perjuangan Kepada Masyarakat

Sebanyak 30 Leguin Veteran perwakilan dari provinsi se-Sumatera mengikuti pelatihan sosialiasi semangat dan nilai 45

30 Legiun Veteran Dilatih Jadi Fasilitator untuk Tanamkan Nilai Perjuangan Kepada Masyarakat
tribunsumsel.com/Mochamad Krisnariansyah
Gubernur Alex Noerdin, saat berfoto bersama anggota Pemuda Pancasila dan panitia Legiun Veteran di Asrama Haji, senin (20/3/2017). 

Laporan Wartawan TribunSumsel.Com,Mochamad Krisnariansyah.

TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG -- Sebanyak 30 Leguin Veteran perwakilan dari provinsi se-Sumatera mengikuti pelatihan sosialiasi semangat dan nilai 45 di Aula Gedung Asrama Haji, Senin (20/3/2017).

Kegiatan pelatihan yang diselengarakan Leguin Veteran Republik Indonesia (LVRI) ini berlangsung dari 20-24 Maret mendatang.

Ketua Panitia, Mayjen TNI (Purn) Nono Sukarno saat dibincangi disela-sela kegiatan mengungkapkan, pelatihan ini dilakukan untuk menyiapkan para sosialitator yang bertugas menyebarkan materi dan nilai perjuangan di masyarakat.

Para sosialitator ini, diharapkan bisa berbagi ilmu dan pengalaman mereka mengenai makna perjuangan di daerah masing-masing.

"Untuk saat ini pelatihan  baru difokuskan pada anggotan leguin peserta, namun tidak menutup kemungkinan kedepanya, generasi pemuda yang akan dilibatkan,"ujarnya kepada Tribunsumsel.com.

Lanjutnya, selama kegiatan berlangsung, para peserta akan mendapatkan pelatihan cara memberikan motivasi yang tepat kepada masyarakat disekitar.

Sehingga nantinya, dari hasil sosiliasi akan tumbuh keasadaran dala jiwa masyarakat mengenai nilai sebuah perjuangan.

"Kegiatan pelatihan sudah dilakukan di beberapa daerah, mulai dari Jawa hingga Sulawesi, terakhir di Manado. Tentunya kegiatan akan terus dilanjutkan," jelasnya.

Pihaknya pun berharap,dengan adanya sosialitator akan membuat permasalahan yang kerap timbul di kalangan anak muda bisa ditangani.

Pasalnya, anak muda saat ini bisa dikatakan sudah sangat jauh dari nilai perjuangan. Sehingga, banyak anak muda terjerat dalam berbagai permasalahan.

"Makin lupanya generasi muda dengan nilai perjuangan , kami nilai menjadi salah satu penyebab permasalahan yang terjadi di kalangan anak muda. Tidak mengenal sejarah membuat mereka berlaku demikian," urainya.

Padahal, ungkap Nono di setiap buku pembelajaran sejarah telah banyak menyimpan pembelajaran penekanan nilai perjuangan. 

"Bentuk nilai perjuangan harus bisa diimplemtasikan, tidak harus lewat berperang, Jiwa perjuangan dapat dipupuk dan ditanam dalam berbagai aspek kehidupan, misalnya dalam belajar, para siswa harus rajin dan berprestasi," terangnya.

Penulis: Mochamad Krisnariansyah
Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help