Minta Truk Jangan Lewat Kota, Ridho Yahya: Kalau Hebat Ke Jakarta Minta Perbaiki Jalan

Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM menegaskan, sejumlah sopir truk angkutan barang jangan berpikir pemerintah kota Prabumulih akan memberikan iz

Minta Truk Jangan Lewat Kota, Ridho Yahya: Kalau Hebat Ke Jakarta Minta Perbaiki Jalan
TRIBUNSUMSEL.COM/EDISON
Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM

 Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM menegaskan, sejumlah sopir truk angkutan barang jangan berpikir pemerintah kota Prabumulih akan memberikan izin melintas di dalam kota maupun merevisi peraturan walikota (Perwako) larangan melintas yang telah dibuat.

"Truk-truk angkutan diberi izin melintas di jalan lingkar bukan jalan kota, kalau jalan kota Prabumulih itu bukan hak Gubernur tpi haknya walikota memberikan izin. Dak mungkin kita merivisi (perwako larangan truk melintas-red)," ungkap Walikota Prabumulih, Ir H Ridho Yahya MM ketika diwawancarai akhir pekan lalu.

Menurut Walikota, apa yang dilakukan para sopir truk dengan mengeluh meminta agar pemerintah kota Prabumulih merevisi aturan agar memerbolehka melintas jalan dalam kota adalah salah, disebabkan langkah lebih bagus adalah meminta pengusaha-pengusaha truk untuk meloby pemerintah pusat sehingga memperbaiki jalan lingkar.

"Itulah salah, mestinya mereka menyuruh bos mereka ke jakarta mencari bagaimana cara agar jalan lingkar diperbaiki, itu yang menyelesaikan masalah. Kalau cuman mau lewat dan maling-maling jalan kota itu tidak menyelesaikan masalah," bebernya.

Suami Ir Hj Suryanti Ngesti Rahayu ini menuturkan, jika bos pemilik angkutan batubara, kayu dan lainnya ke jakarta menemui menteri pekerjaan umum, lalu minta agar diperbaki. "Kalau merevisi ya menghancurkan jalan kota, sama saja bohong. Jadi mereka lewat saja jalan Negara itu (jalan lingkar-red)," tuturnya.

Ridho menghimbau, seluruh pengusaha-pengusaha angkutan jika memang hebat dan ngetop jangan bermusuhan dengan masyarakat Prabumulih yang susah dan miskin, tetapi musuhnya orang-orang hebat di Jakarta.

"Musuh mereka di jakarta, pak tolong diperbaiki (jalan lingkar-red) karena truk saya mau lewat, ini beraninya truk jalan maling-maling, melawan walikota dan melawan rakyat kecil yang hanya ikan teri coba yang dilawan ikan besar," bebernya.

Disinggung terkait keluhan kebanyakan dari sopir truk karet dan truk sayur, Ridho kembali meminta para pengusaha itu berkumpul bersama pengusaha angkutan lainnya lalu menyampaikan surat ke pemerintah pusat agar jalan lingkar timur yang merupakan jalan negara bisa diperbaiki.

"Mereka mestinya rame-rame ke jakarta menghadap PU, jelaskan kondisinya seperti itu. Kita cari yang menyelesaikan masalah, nanti kami perbolehkan truk sayur lewat malah truk lain protes, selain itu apa bisa kita pastikan truk bermuatan sayur atau bukan kalau jam 12.00 malam, tidak mungkin mau diperiksa satu-satu," bebernya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah sopir angkutan barang yang melintas di jalan kota Prabumulih, akhir-akhir ini terus mengeluh. Pasalnya, untuk melintas di kota Prabumulih baik di Jalan Lingkar Timur maupun jalan dalam kota Prabumulih, para sopir selalu menemui kendala.

Menurut para sopir angkutan barang, pihaknya kesulitan melintas di Jalan Lingkar Timur Prabumulih karena selain kondisi rusak parah juga rawan kejahatan maupun aksi pungutan liar (pungli). Sementara untuk melintas melalui jalan dalam kota Prabumulih, para sopir selalu mendapat pengusiran alias dilarang. Tidak hanya truk batubara dan kayu, truk sayur, karet dan lainnya akan diusir jika melintas jalan dalam kota Prabumulih. Mobil sayur yang diperbolehkan melintas jalan dalam kota yakni jenis Pic Up atau bermuatan dibawah tonase 6 ton.

(eds)

Penulis: Edison
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help