Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Sosialisasikan Bank Sampah

Potensi Ekonomi dari sampah praktik pemanfaatan sampah, tak hanya ramah lingkungan tapi juga memiliki potensi ekonomi,

Mahasiswa KKN UIN Raden Fatah Sosialisasikan Bank Sampah
TRIBUNSUMSEL.COM/ARIEF BASUKI ROHEKAN
pengusaha bank sampah nasional (Bahagia), Sukron Nikmah (lima dari kanan) dan pakar ekonomi UIN Raden Fatah Palembang Dr Budi Hartono (empat dari kanan) saat sosialisasi bank sampah 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Arief Basuki Rohekan

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG--Potensi Ekonomi dari sampah praktik pemanfaatan sampah, tak hanya ramah lingkungan tapi juga memiliki potensi ekonomi, jika sampah itu dikelolah dengan baik.

Hal itulah yang diungkapkan pengusaha bank sampah nasional (Bahagia), Sukron Nikmah, saat menjadi narasumber dalam sosialisasi kewirausahaan dengan tema "Pemanfaatan sampah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat", yang diselenggarakan KKN Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, di RT 15, Kel 9 Ilir, Kec Ilir Timur II, Minggu (19/3/2017).

"Memang disini belum ada bank sampah, dan harusnya sampah itu dikelolah menjadi bernilai, dan meningkatkan ekonomi sekitar," katanya.

Sukron yang pernah mendapatkan penghargaan juara 2 tingkat nasional di Jakarta pada 2015 lalu, dalam karyanya mendaur ulang sampah menjadi bernilai ekonomis, menyarankan warga untuk bisa manfaatkan sampah-sampah disekitarnya tersebut.

"Ini perlu kerjasama dengan unsur perangkat pemerintahan, baik Kelurahan maupun Kecamatan khususnya dalam pembuatan bank sampah," capnya, seraya hal ini pernah dilakukannya saat membimbing di kawasan Sukodadi.

Dijelaskan mantan PNS BLH ini, sampah-sampah yang ada selama ini, selain ditabung juga bisa didaur ulang menjadi kerajinan tangan yang indah, dan nilai ekonomisnya lebih tinggi.

Sukron juga selama ini memanfaatkan sampah- sampah rumah tangga yang ada disekitarnya di kawasan Alang-alang Lebar (AAL). Namun sekarang juga, bank sampahnya mendapatkan sisa produksi sampah plastik mie instan dari PT Indofood, untuk menghasilkan berbagai kerajinan seperti tas, topi dan sebagainya.

"Saya mendapatkan alokasi sisa bahan plastik produksi rumah tangga atau pabrik PT Indofood, sebagai bahan baku untuk dibuat barang kerajinan atau handycraft yg dapat kami jual dengan harga yang bagus," ucapnya.

Berkat kreasinya, ia memperkerjakan beberapa anak muda yang tadinya pengangguran, termasuk para mahasiswa yang dinilai memiliki inovasi dan penelitian untuk bekal mereka setelah tamat kuliah.

"Soal pesanan, kini datang tak hanya dari dinas asal saya bekerja dahulu, tetapi juga dinas - dinas pemerintahan lainnya," jelasnya.

Sementara pakar ekonomi UIN Raden Fatah Palembang Dr Budi Hartono menyatakan, sampah khususnya organik kini bisa menjadi sumber penghasilan dalam meningkatkan perekonomian masyarakat, jika dikelola dengan baik dan adanya peran dari pemerintah dan swasta.

"Artinya, bukan hanya tabungan sampah saja tetapi berproduksivitas yang memiliki nilai ekonomis. Jadi masyarakat perlu dilakukan sosialisasi," jelasnya.

Budi yang juga Direktur Pasca Sarjana STIE Serelo Lahat ini menuturkan, sampah memang berbahaya jika tidak ditangani dengan baik bagi lingkungan dan ekonomi sosial. Tapi dengan d penanganan yang baik, sampah justru jadi sahabat dan uang.

"Selama ini sampah hanya dipindahkan tempat saja, dari tempat A ke B, dan di beberapa daerah kelurahan masih menumpuk sampahnya. Ini menunjukkan pengolahan belum optimal dan kurang kepedulian dari pemerintah, swasta maupun masyarakat sehingga perlu pembimbingan khususnya dalam menjadikannya lebih berprodukvitas seperti bank sampah," pungkasnya.

Editor: Muhamad Edward
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help