Hari Keempat, Basarnas Lanjutkan Pencarian Irfan yang Terseret Drainase

Memasuki hari keempat Minggu (18/3) pencarian jenazah Irfan Alzikri (4) yang terseret saluran drainase bersama ibunya Rina (34) warga Gang Bambu Kelu

Hari Keempat, Basarnas Lanjutkan Pencarian Irfan yang Terseret Drainase
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
‎ 

Laporan wartawan Tribunsumsel.Com, Eko Hepronis.

‎TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU -- Memasuki hari keempat Minggu (18/3) pencarian jenazah Irfan Alzikri (4) yang terseret saluran drainase bersama ibunya Rina (34) warga Gang Bambu Kelurahan Senalang, Kecamatan Lubuklinggau Utara II hingga masih terus dilakukan.

Pantauan Tribunsumsel.com di lapangan, pencarian melibatkan masyarakat setempat, Tagana Kota Lubuklinggau, Tagana Kabupaten Muratara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mura, hingga Badan Sars Nasional (BASARNAS) Provinsi Sumatra Selatan.‎

Berbagai macam cara telah dilakukan mulai dari penyisiran secara manual sepanjang aliran sungai Kelingi dengan ban bekas, kemudian penyisiran menggunakan perahu karet, penyisiran dengan cara Rafting, hingga membuat gelombang ombak yang di duga jenazah Irfan tersangkut, namun tetap saja belum membuahkan hasil.

"Kendala belum ditemukannya jenazah Irfan Karena disebabkan karena aliran sungai kelingi di penuhi bebatuan, semak-semak, keadaan sungai kelingi yang keruh," ungkap Kordinator Basarnas Pos Pagar Alam Jacki Chan saat berbincang dengan Tribunsumsel.Com, Minggu (19/3).

Kendala lain kata Jacki, alat yang di bawa BASARNAS Sumsel juga tidak cocok dengan kondisi medan sungai kelingi yang dangkal. Sementara perahu yang dibawa BASARNAS merupakan jenis pencarian untuk perairan dalam. Sehingga saat melakukan penyisiran tidak leluasa.

"Kita telah menyusuri dari TKP pertama sampai wilayah Kelurahan Watervang ini kurang lebih 10 Km lebih. Sepanjang aliran sungai yang kita curigai ada kemungkinan jenazah tersangkut sudah kita selami, bahkan kita sudah menemukan banyak bangkai mulai biawak sampai dengan bangkai babi yang berada didasar sungai, tapi, jenazah Irfan belum juga ditemukan," ucapnya.

Lanjut Jacki, untuk pencarian hari ini masih akan terus dilanjutkan sampai wilayah paling bawah, karena di duga waktu korban hanyut terbawa arus kondisi sungai sedang meluap, sehingga sangat mungkin jenazah korban terbawa arus sampai wilayah yang tidak terduga.

"Kita akan lanjutkan penyisiran sampai ke wilayah Simpang Periuk, dugaan-dugaan bisa saja terjadi, apalagi katanya ketika sungai ini meluap airnya sangat besar. Yang jelas harapan kita jenazah cepat ditemukan," ujarnya.

Sebagaimana di ketahui Rina Ibu Irfan jenazahnya sudah berhasil ditemukan lebih dahulu Jumat (17/3/2017) sekira pukul 09.00 WIB dalam keadaan mengapung tersangkut di kayu.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help