TribunSumsel/

Harusnya Malaysia dan Singapura Berterima Kasih ke Sumsel, Mengapa?

Penyebab lahan gambut rusak adalah kemarau, selain itu kata Rujito penyebab lainnya adalah kebakaran.

Harusnya Malaysia dan Singapura Berterima Kasih ke Sumsel, Mengapa?
tribunsumsel.com/Weni Wahyuny
Direktur Center of Excellence Peatland Conservation and Productivity Improvement (CoE PLACE) Rujito Agus Suwignyo di Sosialisasi Green Product Knowledge (Policy Brief and Technical Review) di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Sabtu (18/3/2017). 

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Ternyata lahan gambut banyak manfaatnya, salah satunya sebagai paru-paru dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Center of Excellence Peatland Conservation and Productivity Improvement (CoE PLACE) Rujito Agus Suwignyo di Sosialisasi Green Product Knowledge (Policy Brief and Technical Review) di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Sabtu (18/3/2017).

Dosen jurusan budidaya pertanian fakultas pertanian Universitas Sriwijaya Palembang ini mengatakan kadang negara tetangga tidak sadar jika terjadi kebakaran hutan dan lahan Indonesia.

"Manfaat lahan gambut adalah salah satunya sebagai paru-paru dunia. Kita kadang-kadang tidak sadar, kalau terjadi kebakaran itu, Singapura dan Malaysia marah kalau kita kirim asap kesana. Tapi kalau gak kebakaran, mereka gak terima kasih, padahal kita (Indonesia termasuk Sumsel) kirim O2 (oksigen) kesana. Dalam kondisi seperti sekarang ini, oksigen dari Malaysia dan Singapura itu dari sini juga dari hutan yang ada di Indonesia," kata Rujito disela-sela kegiatan.

Rujito melanjutkan, fungsi lainnya dari lahan gambut adalah sebagai cadangan karbon.

Ia menjelaskan tadinya gambut itu dari tanaman yang ada danau, gambut itu kan tadinya lahan yang kosong yang ada airnya seperti kubah dan mulai tumbuh tanaman sedikit-sedikit, kemudian ada air dari sungai meluap kesitu kemudian membentuk endapan sedimen sampai puluhan ribu tahun sehingga membentuk gambut sekarang ini.

Menurutnya di dalam tanah gambut itu terdapat bahan bahan organik yang fungsinya sebagai cadangan karbon.

Seperti diketahui ada 2 juta hektar lebih lahan di Sumsel adalah jenis lahan gambut dan dari data tahun 2015 sebanyak 600 ribu lebih yang mengalami kerusakan.

"Tanamankan menyerap CO2 dan menyerap fotosintesis sehingga CO2 disini diserap oleh tanaman sehingga CO2 nya berubah menjadi oksigen dan Kita kan yang memanfaatkan oksigennya. Kalau kita dalam ruangan penuh dengan CO2 mungkin kita akan mati dan tidak bisa hidup," jelasnya.

Halaman
123
Penulis: Weni Wahyuny
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help