Debat Cewek Seksi dan Cowok yang Melihat Rok Mini Bikin Ngakak

perdebatan sengit dan lucu antara seorang pria dengan perempuan yang mengenakan rok mini

Debat Cewek Seksi dan Cowok yang Melihat Rok Mini Bikin Ngakak
ROK MIN 

TRIBUNSUMSEL.COM-Kejahatan bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan menimpa siapa saja. Namun, perempuan kerap menjadi korban kejahatan baik fisik dan seksual.

Banyak kejahatan dilakukan karena ada kesempatan dan juka prilaku perempuan yang mengundang kejahatan.

Berikut ini ada perdebatan sengit dan lucu antara seorang pria dengan perempuan yang mengenakan rok mini, seperti dikutip dari akun Facebook Naomi Azura, Sabtu (10/9/2016).

“MAS, kalau punya mata dijaga ya! Ngapain jelalatan begitu? Nggak pernah lihat cerwek cantik pakai rok mini? Makanya sering piknik, jangan cuma baca buku di perpustakaan saja,” celoteh perempuan seks1 pada seorang pemuda.

“Mbak, kalau punya tubuh dijaga ya! Ngapain diobral gratis begitu? Nggak pernah bisa dapat cowok tanpa mengandalkan rok mini ya? Makanya belajar biar nggak cuma modal s3ksi tapi juga modal pintar, jangan cuma keluyuran saja,” jawab pemuda itu dengan santai.

“Eh! Urusan saya mau jaga tubuh atau tidak. Lagian siapa yang obral coba? Aku berpakaian begini karena tuntutan kerja. Dasar kurang pergaulan. Ini mengikuti perkembangan zaman. Emang situ saja yang mata keranjang, mata jelalatan.”

“Eh! Urusan saya mau lihat siapa saja. Lagian siapa suruh situ lewat di depan saya, itu sama saja ngobral untuk dilihat. Dasar kurang pengetahuan. Zaman purbakala pakaian nyaris tel4nj4ng itu sudah ada. Emang situ aja yang mata buta, mata hati tertutup iblis.”

“Hargai wanita, kalau bicara sopan ya! Sudah jelas salah karena menatap wanita dengan pandangan penuh n4fsu, masih saja tidak mengaku. Dasar munafik!”

“Hargai lelaki, kalau dinasehati dengarkan ya! Sudah jelas salah berpikir karena saya menatap Anda karena jijik, masih saja belagu. Dasar syirik, membunuh, durhaka kepada orang tua sekaligus munafik!”

“Apa katamu? Jangan seenaknya menyebutku syirik ya. Aku masih percaya Tuhan itu ada dan tidak mempersekutukannya!”

Halaman
12
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help