TribunSumsel/

Bunuh Diri Makin Sering Terjadi Bahkan Disiarkan Langsung di Medsos, Begini Mengantisipasinya

Salah satu hal yang dikhawatirkan dari fenomena merekam aksi mengakhiri hidup adalah kecenderungan meniru (copy cat).

Bunuh Diri Makin Sering Terjadi Bahkan Disiarkan Langsung di Medsos, Begini Mengantisipasinya
Foto: Dok. Facebook
Pahinggar Indrawan sebelum bunuh diri saat curhat secara liva di facebook. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Kejadian bunuh diri di Indonesia amat mengkhawatirkan.

Bukan hanya angka kejadiannya tinggi, tapi juga pilihan cara bunuh dirinya.

Berita terbaru yang menghebohkan adalah bunuh diri yang dilakukan PI, seorang sopir di Jakarta Selatan, yang menyiarkan langsung aksi bunuh dirinya di Facebook.

Pria berusia 35 tahun itu diduga mengakhiri hidupnya karena putus asa dengan kondisi rumah tangganya.

Kasus bunuh diri yang direkam atau disiarkan di media sosial itu memang bukan yang pertama di dunia.

Beberapa kasus juga terjadi di beberapa negara.

Itu sebabnya sejak 1 Maret 2017 Facebook menyediakan fitur pencegahan siaran langsung bunuh diri.

Salah satu hal yang dikhawatirkan dari fenomena merekam aksi mengakhiri hidup adalah kecenderungan meniru (copy cat).

Dalam dunia psikologi, hal itu disebut dengan Werther effect.

"Kalau pada mereka yang sedang depresi, berita tentang bunuh diri bisa membuat seperti 'ada teman' dan memunculkan ide untuk ikut bunuh diri," kata dr.Andri, SpKJ, psikiater dari RS Omni Alam Sutera Tangerang saat dihubungi Kompas.com (18/3/2017).

Halaman
12
Editor: Hartati
Sumber: Kompas
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help