Setelah Merampok, Para Pelaku Minta Maaf kepada Korbannya

Para pelaku menggasak emas perhiasan terdiri cincin, gelang, anting total seberat sekitar 30 gram dan uang Rp 8,7 juta.

Setelah Merampok, Para Pelaku Minta Maaf kepada Korbannya
tribunnews.com
ilustrasi merampok 

TRIBUNSUMSEL.COM-Sebuah rumah petani jeruk di Desa Ngasem, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, disatroni empat anggota kawanan perampok, Kamis (16/3/2017) dini hari.

Para pelaku menggasak emas perhiasan terdiri cincin, gelang, anting total seberat sekitar 30 gram dan uang Rp 8,7 juta.

Anak tertua pemilik rumah, Wiwik Rokani, menceritakan, aksi kawanan perampok tersebut terjadi sekitar pukul 01.30 WIB. Saat itu, adiknya bernama Slamet B (35) belum tidur.

Tiba-tiba melihat ada orang masuk dari jendela rumahnya yang tidak dikunci.

Spontan, Slamet meneriaki orang tersebut namun tiba-tiba empat orang langsung menyusul masuk ke rumah.

"Adik saya langsung ditodong pistol dan sajam berupa parang untuk diam. Salah satu pelaku langsung mengikat adik saya dan melakban mulutnya," kata Wiwik Rokani di rumahnya, Kamis (16/3/2017).

Selanjutnya kawanan perampok itu pun, menurut Wiwik, juga mengikat istri Slamet, Lailatul, dengan tali dan menutup mulut serta mata dengan lakban.

Kawanan perampok setelah melumpuhkan Slamet dan istrinya langsung mengobrak-abrik isi lemari di rumah tersebut.

Mereka mendapatkan sejumlah perhiasan milik korban dan uang sebesar Rp 4 juta.

Rupanya, hasil tersebut belum membuat kawanan perampok tersebut puas. Mereka pun membawa Lailatul dijadikan sandera datang ke rumah mertuanya, H Romli (68) yang berdempetan dengan rumahnya.

Halaman
12
Editor: Muhamad Edward
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved