Petani Sawah Tadah Hujan di OKUT Kesulitan Garap Lahan

Sedangkan untuk lahan sawah yang berada di dataran rendah sebagian besar sudah melakukan penggarapan lahan bahkan sudah menyemai bibit.

Petani Sawah Tadah Hujan di OKUT Kesulitan Garap Lahan
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
BAJAK SAWAH – Meskipun curah hujan tinggi, namun tidak seluruh lahan sawah terancam sehingga menyebabkan petani kesulitan melakukan pembajakan sawah. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA – Kondisi cuaca yang tidak menentu sejak beberapa bulan terakhir menyebabkan sejumlah petani lahan sawah tadah hujan mengalami kesulitan untuk melakukan penanaman secara serempak.

“Memang hujan terus menerus turun dalam beberapa bulan terakhir. Namun hal itu justru menyebabkan petani saling mendahului melakukan penggarapan lahan. Padahal masih ada sejumlah lahan petani yang belum terendam air,” ungkap Supriyanto (45) petani asal kecamatan Martapura Jumat (17/3).

Menurut Yanto, saat ini sudah memasuki musim tanam gadu, namun masih ada beberapa petani yang belum melakukan penyemaian karena belum tergenang terutama yang berada di dataran tinggi.

Sedangkan untuk lahan sawah yang berada di dataran rendah sebagian besar sudah melakukan penggarapan lahan bahkan sudah menyemai bibit.

“Kalau yang berada didataran tinggi air hujan akan langsung mengering karena hujan yang turun beberapa bulan ini tidak terlalu lama, sehingga tidak mampu mencukupi penggarapan lahan. Ada sebagian petani yang sudah melakukan pembajakan meskipun air yang mengisi lahan sawahnya belum maksimal,” katanya.

Sedangkan Mirhan petani lainnya mengaku kesulitan melakukan pembajakan karena air yang ada di sawahnya belum maksimal sehingga rumput yang ada tidak terendam dan menyebabkan hasilnya tidak maksimal.

“Jika air melimpah, ketika membajak  maka rumput akan mati terendam. Sedangkan jika air tidak maksimal, maka rumput tidak mati serta pekerjaan membajak harus dilakukan berulang,” katanya. (Evan Hendra)

Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help