Home »

Video

Warga Baturaja Minta Ganti Rugi Biaya Penggusuran, Namun Ini Tanggapan Dari PT KAI

Belum ada kesepakatan dan titik temu. Pada pertemuan itu terkuak, warga menuntut ganti rugi bangunan dari Rp 250 ribu menjadi Rp500 ribu permeter.

TRIBUNSUMSEL.COM,BATURAJA - Untuk mencari solusi dan jalan keluar permasalahan ganti rugi penggusuran pembangunan double track jalur kereta api, perwakilan pihak Kelurahan Saung Naga, Kecamatan Baturaja Barat, OKU dengan pihak PT KAI melakukan pertemuan di Kantor DPRD OKU, Kamis (16/4/2017).

Pertemuan tersebut, selain dihadiri antara perwakilan dua pihak berseteru, juga dihadiri Wakil Bupati OKU, Drs Johan Anuar, Asisten Asisten II Setda OKU, Fahruddin Rozi, Kabag Tapem Setda OKU, Prayitno.

Juga hadir Ketua DPRD OKU Zaplin Ipani, Wakil Ketuan DPRD OKU, Ferlan Yuliansyah dan DPRD OKU, Malkomar Du'I.

Pertemuan berlangsung alot.

Belum ada kesepakatan dan titik temu. Pada pertemuan itu terkuak, warga menuntut ganti rugi bangunan dari Rp 250 ribu menjadi Rp500 ribu permeter.

Warga juga mohon ganti rugi biaya pemindahan meteran PLN dan PDAM.

"Berat pak kami kalau ganti rugi cuma Rp 250 ribu. Apalagi bangunan sudah permanen. Bayangkan saja adik saya sampai sakit sekarang harus berobat ke di Palembang," kata H Baysarudin dihadapan perwakilan dari PT KAI dan anggota dewan pada pertemuan itu.

"Kita mau diganti rugi namun nominalnya disesuaikan," ujarnya.

Mereka juga mempertanyakan, mengenai berapa jarak batasan dari bantalan Rel ke kanan dan kiri yang diklaim milik PT KAI.

Namun sayang, pertanyaan warga ini tidak dijawab dengan rinci oleh pihal PT KAI yang hadir.

Humas PT KAI Pranoto saat dikonfirmasi wartawan usai pertemuan mengatakan, mereka masih mengacu dari aturan PT KAI.

Yakni pengantian Rp 250 ribu permerter. "Mengenai tuntutan warga kita hanya bisa sebatas mengusulkan kepimpinan yang lebih tinggi," ucapnya.

Ketua DPRD OKU, Zaplin Ipani pada pertemuan itu meminta kepada perwakilan PT KAI agar menyampaikan permintaan warga kepada pimpinan lebih tinggi.

Sehingga perselisian ini bisa cepat diselesaikan.(rws)

Penulis: Retno Wirawijaya
Editor: Hartati
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help