TribunSumsel/
Home »

Video

VIDEO: Iwan Mengaku Terpaksa Berbisnis Ganja untuk Biaya ‎Pengobatan Orangtua

Saya jualnya perpaket, jualnya juga dengan anak-anak yang sudah kerja, wilayah edarnya hanya di wilayah kota Lubuklinggau tidak dibawa keluar.

Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Muhammad Ridwansyah alias Iwan (28) salah seorang pengedar ganja hanya bisa tertunduk lesu meratapi nasibnya setelah berhasil diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lubuklinggau pada, Kamis (9/3/2017) sekira pukul 16.00 WIB.

Warga jln Kopral Makrup RT 4 Nomor 38 A Kelurahan Bandung Kiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat I ini diamankan tanpa perlawanan di rumah kontrakannya saat sedang mengemas ganja dagangannya.

Dari tangan Iwan petugas berhasil mengamankan barang bukti (BB) satu plastik hitam yang berisi ganja kering dengan berat bruto150 gram, satu klip besar ganja kering dengan berat bruto 120 gram, satu plastik hitam besar batang ganja kering dengan berat beruto 500 gram.

Lalu satu kertas koran yang berisikan ganja kering dengan berat bruto 120 gram, satu kertas koran berisikan ganja kering dengan berat bruto 60 gram, tiga bungkus kantong putih berisikan daun dan biji ganja kering dengan berat bruto 450 gram, dua bungkus koran kecil ganja dengan berat bruto 50 gram.

Kemudian 17 paket kecil ganja kering yang dibungkus kertas koran dengan berat 50 gram, dua plastik es yang berisikan ganja kering dengan berat bruto 30 gram, satu bungkus plastik yang diikat karet gelang berisikan ganja kering dengan berat bruto 20 gram, tiga klip plastik kecil yang berisikan ganja kering dengan berat bruto 20 gram.

Dihadapan petugas laki-laki yang bekerja sebagai security perpustakaan kota Lubuklinggau ini mengakui jika barang haram yang disita petugas itu merupakan miliknya.

Ia berdalih menjadi pengedar ganja karena tuntutan ekonomi, karena gaji sebagai security tidak mencukupi.

Ditambah saat ini ayahnya sedang sakit-sakitan dan setiap waktu membutuhkan biaya untuk pengobatan. Itulah sebabnya membuat ia gelap mata dan ingin memproleh uang dengan instan lalu memilih berbisnis ganja.

"Saya bisnis ganja ini baru setahun ini pun karena memang terpaksa, untung berbisnis ganja tidak menentu, tergantung dari jumlah banyaknya pemesan, kadang Rp 200 Ribu, kadang juga Rp 800 ribu setiap Minggu, tapi saya gunakan untuk berobat ayah saya,"ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Yohanes Iswahyudi
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help