TribunSumsel/

Program Tax Amnesty, Picu Kenaikan DPK Bank OCBC NISP

Menurut Joeseline, dana tax amnesty yang mereka kelola memicu penambahan DPK dari Rp 87,280 miliar (2015) menjadi Rp 103,560 miliar (2016)

Program Tax Amnesty, Picu Kenaikan DPK Bank OCBC NISP
Tribunsumsel.com/ Arief B Rohekan
Regional Head OCBC NISP Joeseline Merline (baju putih) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG--Sebagai bank penampung dana tax amnesty (gateway), PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) memiliki berbagai program untuk menarik minat nasabah.

Regional Head OCBC NISP Joeseline Merline menyatakan, untuk tax amnesty pihaknya menawarkan promo terbaru, yaitu hadiah eksklusif seperti logam mulia 1,6 Kg atau cashback Rp 1 miliar dengan menempatkan dana tabungan mereka Rp 10 miliar selama minimal tiga tahun.

"Sejalan program tahunan kita mendapatkan DPK sesuai harapan, dan nasabah cukup antusias, sebab jumlah itu masih terjangkau dan sesuai feebacknya yang didapat. Ini terlihat dari peningkatan DPK (Dana Pihak Ketiga) sekitar 15 persen laba 19 persen, dimana penempatan di cassa dana murah naik signifikan. Artinya program ini sangat berhasil," kata Joeseline saat konferensi pers di Arista Kamis (16/3/2017).

Menurut Joeseline, dana tax amnesty yang mereka kelola memicu penambahan DPK dari Rp 87,280 miliar (2015) menjadi Rp 103,560 miliar (2016). Aset dari Rp 120,480 m, menjadi Rp 138,196 m. Sementara laba dari Rp 1,501 m menjadi 1,790 miliar.

Sedangkan untuk kantor cabang Bank OCBC NISP Palembang, Joeseline mengatakan jika tercatat sebagai cabang yang memberikan kontribusi kinerja cukup maksimal. Untuk regional 7 yang terdiri dari 7 Provinsi, Palembang
memberikan kontribusi hampir 25 persen.

Dimana, kinerja cabang Palembang sangat bagus, makanya setiap tahun selalu mendapatkan porsi program yang maksimal dari kantor pusat.

“Tahun lalu, cabang Palembang mendapatkan predikat cabang yang maksimal dalam kontribusi pertumbuhan laba. Tahun buku 2016, laba bersih cabang palembang tumbuh 67 persen. Ini tertinggi diantara provinsi lain di regional 7,” ucapnya.

Dalam mempertahankan kinerja yang cukup bagus tersebut, ada beberapa setrategi yang akan dikembangkan, mulai dari peningkatan penetrasi digital banking. Langkah ini sejalah dengan program OCBC NISP yang akan menggarap nasabah baru dari kalangan generasi kedua pengusaha.

“Anak muda atau sering disebut generasi kedua lebih identik dengan teknologi, makanya kami menyasar kesana, untuk peningkatan cassa tabungan. Fokus kami meningkatkan kontribusi dana murah dari saat ini 50 persen menjadi 60 persen diakhir tahun nanti,” ucapnya.

Makanya sistem layanan digital banking perlu diperkuat, apalagi saat ini tren bisnis ecommerce berkembang sangat pesat, tentu semua itu membutuhkan digital banking yang cukup kuat. Sudah tidak jamannya lagi orang mengecek deposito harus datang ke cabang, namun cukup menggunakan smartphone saja.

“Semua akan serba praktis dengandigital banking, untuk tetap eksis itu harus ditingkatkan, termasuk di cabang Palembang,” tandasnya.

Pengembangan kontribusi dana murah tentu harus segera didorong, langkah itu untuk mengurangi ketergantungan pedanaan bank yang berasal dari deposito, jika bank bisa meningkatkan kontribusi dana murah, tentu akan berdampak positif terhadap bisnis bank kedepannya.

Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: M. Syah Beni
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help